AS Mau Tutup Konsulat Medan dan 5 Misi Global, Ada Apa?
:
0
Luar Negeri Amerika Serikat memberitahu Kongres mengenai rencana penutupan lima misi diplomatik asing, termasuk Konsulat AS di Medan.(Foto: Popularitas)
EmitenNews.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memberitahu Kongres mengenai rencana penutupan lima misi diplomatik asing, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari pemangkasan jejak diplomatik global Amerika Serikat yang tergolong langka.
Japan News mengutip Reuters menyebut rencana penutupan tersebut disampaikan melalui pemberitahuan yang dikirimkan kepada beberapa komite kongres pada akhir pekan lalu. Informasi ini diungkapkan oleh sumber-sumber yang mengetahui pemberitahuan tersebut namun berbicara dengan syarat anonim karena dokumen itu tidak dipublikasikan secara resmi.
Pihak Departemen Luar Negeri AS menyatakan berencana menutup kantor-kantornya di St. George's (Grenada), Nagoya (Jepang), Medan (Indonesia), Douala (Kamerun), dan Winnipeg (Kanada).
Penutupan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya ini menjadi contoh langka dari pengurangan ukuran misi diplomatik oleh Amerika Serikat yang tidak berkaitan langsung dengan peristiwa geopolitik tertentu. Pengurangan ini berpotensi memengaruhi hubungan bilateral serta layanan diplomatik wilayah Sumatera bagi masyarakat Indonesia.
Persiapan penutupan sejumlah misi asing ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun lalu pada bulan-bulan pertama pemerintahan Presiden Donald Trump. Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih bahkan sempat menganjurkan penutupan hingga 30 misi diplomatik asing karena menilai beberapa kantor kecil tidak efisien dan tidak hemat biaya.
Ketika dimintai konfirmasi mengenai isu ini, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan resmi yang tidak mengonfirmasi penutupan secara langsung. Pihaknya menyatakan fokus memastikan jejak diplomatik negara efisien dan efektif, serta berkomitmen mengikuti prosedur pemberitahuan kongres.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjelaskan bahwa langkah pemangkasan biaya tersebut diperlukan untuk menyesuaikan ukuran organisasi yang dinilai terlalu besar dan birokratis.
Langkah ini menuai kritik dari Partai Demokrat serta mantan pejabat kebijakan luar negeri AS. Mereka menilai pemangkasan jejak diplomatik dapat melemahkan kepemimpinan Amerika Serikat di dunia, sekaligus meninggalkan kekosongan wilayah strategis yang dapat diisi oleh China, termasuk di kawasan seperti Medan tempat China saat ini memiliki kehadiran diplomatik aktif.(*)
Related News
Bahlil Pastikan Bukan Pasokan Energi Penyebab Pemadaman Listrik
IHSG Lanjut Menguat di Awal Sesi Rabu (5/8) Dibuka Naik ke Level 6.338
IHSG Lanjut Melenting, Sapu Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan MEDC
Proyeksi IHSG (5/8), Lanjut Menguat Cermati Analisis Saham Ini
Jelang Rilis PDB, IHSG Diramal Lanjut Menguat
IHSG Berpeluang Uji 6.400, Pasar Nantikan Dua Data Ini





