EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat Indonesian Paradise Property (INPP) idA- dengan prospek stabil. Saat bersamaan, Pefindo juga menegaskan peringkat idAAA(cg) terhadap obligasi I INPP tahun 2025. Pembayaran pokok dan bunga obligasi akan dijamin sepenuhnya oleh redit guarantee and investment facility (CGIF).

Peringkat INPP mencerminkan pendapatan berulang kuat, posisi pasar baik dengan kualitas aset positif, dan merek jaringan hotel kuat. Peringkat itu, dibatasi profil keuangan moderat, risiko proyek-proyek masa depan, dan paparan terhadap gangguan perjalanan akibat peristiwa tertentu.

Peringkat dapat dikerek naik kalau INPP mampu memperbaiki metrik kredit secara berkelanjutan melalui penerapakan kebijakan keuangan lebih konservatif. Pefindo juga dapat menaikkan peringkat kalau INPP sukses memperluas portofolio properti sehingga meningkatkan skala operasional, dengan tetap mempertahankan kapasitas deleveraging kuat.

Sebaliknya, peringkat dapat dilorot kalau pendapatan, dan EBITDA berada jauh di bawah proyeksi, dan apabila INPP menambah utang secara signifikan melebihi proyeksi tanpa diimbangi peningkatan kemampuan menghasilkan laba, sehingga menyebabkan penurunan metrik keuangan secara berkelanjutan.

Peringkat surat utang menerminkan adanya jaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari CGIF berdasar perjanjian penjaminan, dan kekuatan financial CGIF unggul. Peringkat surat utang dapat dilorot kalau peringkat penjaminan mengalami koreksi atau ada pelanggaran terhadap perjanjian penjaminan yang menyebabkan penjaminan berakhir.

Berdiri pada 1996, INPP merupakan pengembang properti serbaguna bergerak dalam operasi hotel, pengembbangan pusat perbelanjaan, dan perumahan bertingkat tinggi. Per 30 Juni 2026, pemegang saham INpp yaitu Grahatama Kreasindo 36,24 perssen, Tree of Blessing Pte Ltd 28,15 persen, Propertindo Prima Investama 10 persen, Elysium Investment Partner Ltd 8 persen, CGS International Securities Singapore Pte Ltd 7,80 persen, manajemen 0,29 persen, dan publik 8,97 persen. (*)