Asing Keluar, Lego 8 Saham Ini Ditengah IHSG Naik 0,63 Persen Penutupan Selasa (7/6)
:
0
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan perdagangan sore hari ini Selasa (7/6) naik 0,63% atau 44,46 ke 7.141,04. Namun investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp625,3 miliar di seluruh pasar.
Total perdagangan di BEI hingga penutupan sore hari ini mencapai 31,92 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 18,63 triliun. Investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp4,1 triliun dan aksi jual asing sebesar Rp4,7 triliun. Sehingga investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell Rp625,3 miliar diseluruh pasar.
Sebanyak 298 saham turun harga. Ada 229 saham yang menguat dan 168 saham stagnan. Sedangkan Saham - saham yang nilainya terbesar dijual asing atau netsell adalah Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 316,9 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 292,9 miliar, Bukit Asam (PTBA) senilai Rp150,5 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 135,8 miliar, Adaro Energi (ADRO) senilai Rp62,2 miliar, GOjek Tokopedia (GOTO) senilai Rp40,7 miliar, Bank BNI (BBNI) senilai Rp38,4 miliar dan Astra International Indonesia (ASII) senilai Rp26,7 miliar.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya ITMG sebesar Rp1.225 menjadi Rp36.375 per lembar dan UNTR sebesar Rp875 menjadi Rp33.050 per lembar serta GGRM sebesar Rp775 menjadi Rp31.825 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya DSSA sebesar Rp1.475 menjadi Rp36.750 per lembar dan MBAP sebesar Rp575 menjadi Rp7.775 per lembar serta INTP sebesar Rp325 menjadi Rp9.575 per lembar.
Related News
Top 10 Buy Foreign Sepekan, DSSA & Big Banks Banyak Diakumulasi Asing!
SILO Raih Kredit Sindikasi Rp14,5T, Aset First REIT Ikut Dijaminkan
Merugi, Emiten Software (RUNS) Boncos 44,37 Persen Hingga Juni 2026
SMBC Indonesia (BTPN) dan BTN Tuntaskan Transaksi Alih Aset Pinjaman
Prospek Pasar Segmen Enterprise TLKM Diprediksi Naik 30 Persen
Siloam Hospitals Akuisisi Aset First REIT Rp6,9 Triliun, Ini Alasannya





