Asing Masih Net Buy Saat IHSG Turun 0,33 Persen Pada Perdagangan Rabu (19/1)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga penutupan perdagangan sore hari ini, Rabu (19/1/2022) kembali melemah -0,33% atau turun -22,078 point di level 6.591,981. Sementara investor asing masih mencatatkan pembelian bersih alias net buy sebesar Rp170 miliar.
Ditengah melemahnya IHSG investor asing justru melkukan aksi borong saham. Total transaksi saham di BEI mencapai transaksi senilai Rp12,1 triliun. Pada sisi investor asing, tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp3,6 triliun dan aksi jual sebesar Rp3,4 triliun. Sehingga investor asing tercatat beli bersih (net buy) sebesar Rp170,4 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak 290 saham turun harga, 230 saham yang menguat dan 165 saham flat. Sedangkan saham-saham yang dibeli investor asing dengan nilai terbesar adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 158,1 miliar, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 31,5 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 31,6 miliar.
Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; GPSO yang naik 45 point atau menguat 34,61% ke level 175. AKSI menguat 22,46% atau bertambah 155 point ke level 845. IBST menguat 20,00% atau naik 1.100 point ke level 6.600. KONI menguat 19,24% atau naik 280 point ke level 1.735. MTSM yang naik 46 point atau menguat 19,00% ke level 288.
Saham-saham yang tergolong top losser antara lain; KOBX -20 point atau melemah -6,99% ke level 266. SLIS melemah -6,99% atau koreksi -50 point ke level 665. TECH terkoreksi -340 point atau melemah -6,92% ke level 4.570. APEX turun -45 point atau melemah -6,92% ke level 605. AGRO melemah -100 point atau turun -6,92% ke level 1.345.
Related News
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun
Hasil Tajak di Sumur Pengembangan ABB-143 Hasilkan 3.672 BOPD Minyak
IHSG Bertabur ATH, Investor Tunggu Prabowo Buka Perdagangan 2026
Perkembangan Terbaru si Saham Rp1
Saham di Bawah Gocap, Masih Mantap atau Bikin Engap?
Pupuk Indonesia Siap Gelontorkan 9,8 Juta Ton Pupuk Subsidi di 2026





