EmitenNews.com - Autopedia Sukses Lestari (ASLC) memutuskan membagi dividen Rp12,7 miliar miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 28,25 persen dari torehan laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp45 miliar. Alhasil, para investor akan mengenyam dividen Rp1 per saham.

Keputusan dividen itu, telah diputuskan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Selasa, 19 Mei 2026 di Jakarta. Kinerja positif pada 2025, dan kinerja kuartal I 2026 meyakinkan dan memberi alasan kuat ASLC untuk membagikan dividen.

Sepanjang tahun lalu, ASLC menjadi emiten mobil bekas pertama nasional mengemas pendapatan Rp1 triliun. Melonjak sekitar 14,5 persen dibanding edisi sama tahun 2024. Kinerja impresif perseroan bergerak bisnis lelang (JBA), penjualan retail mobil bekas (Caroline.id), dan pegadaian (MotoGadai) diikuti capaian laba bersih tahun berjalan Rp45 miliar.

Pada kuartal I 2026, ASLC sukses mencatat pendapatan sebesar Rp283,6 miliar, meningkat 27,5 persen YoY. Perolehan laba bersih tercatat sebesar Rp7,4 miliar. Baik sepanjang 2025 maupun kuartal pertama 2026, Caroline.id menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan. Pada 2025 kontribusi Caroline.id terhadap pendapatan ASLC 72,8 persen. 

Lalu, pada kuartal pertama 2026, kontribusi Caroline.id mencapai 82,7 persen. Pendapatan Caroline.id kuartal pertama 2026 tumbuh 51 persen YoY. ”Menilik kontribusi Caroline.id sangat besar terhadap pendapatan, itu memberi landasan kuat bagi optimisme kami melihat prospek kinerja tahun ini,” tutur Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra.

Oleh sebab itu, sepanjang tahun itu, emiten bergerak bisnis lelang (JBA), penjualan retail mobil bekas (Caroline.id), dan pegadaian (MotoGadai) mematok pertumbuhan kinerja  dobel digit. Soliditasn kontribusi Caroline.id terhadap pendapatan membuat ASLC optimistis dapat meraih target tahun ini. 

Nah, dalam merealisasikan pencapaian target tersebut, ASLC telah menganggarkan belanja modal alias Capex Rp15-20 miliar untuk keperluan ekspansi. Tahun ini, ASLC akan membuka 2-3 cabang Caroline.id baru di Jakarta atau Jawa Barat. “Penentuan lokasi dan pelaksanaan ekspansi, kami masih mempertimbangkan berbagai hal, termasuk kondisi ekonomi, dan perkembangan geopolitik,” imbuh Jany. 

Selain dividen, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan juga telah menyetujui pembelian kembali saham (Buyback Saham) sebanyak-banyaknya 10 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dalam perseroan. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan likuiditas saham ASLC. (*)