Pendapatan RMKO Naik 63,6 Persen, Tapi Rugi Membengkak
:
0
Potret manajemen PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO). Foto: RMKO
EmitenNews.com - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) membukukan pertumbuhan pendapatan yang solid sepanjang 2025. Namun, lonjakan beban pokok pendapatan membuat perseroan mencatatkan rugi bersih yang lebih dalam.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, RMKO membukukan pendapatan sebesar Rp407,56 miliar, meningkat 63,6% dibanding episode sama pada tahun 2024 sebesar Rp249,09 miliar.
Sayangnya, beban pokok pendapatan naik lebih tinggi menjadi Rp436,95 miliar atau melonjak 85,3% secara tahunan. Kondisi ini menyebabkan perseroan mencatat rugi kotor sebesar Rp29,39 miliar, berbalik dari laba kotor Rp13,81 miliar pada tahun sebelumnya.
Hal itu turut menyeret kinerja laba bersih. Rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membengkak 164,6% menjadi Rp49,40 miliar, dibandingkan rugi bersih Rp18,67 miliar pada 2024.
Sejalan dengan kinerja tersebut, rugi per saham meningkat menjadi Rp39,52 per saham dari sebelumnya Rp14,94 per saham.
Kendati demikian, tengah tekanan profitabilitas, RMKO masih mampu mencatatkan arus kas operasional yang positif.
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp146,28 miliar, naik 18,8% dibandingkan Rp123,16 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja ini ditopang oleh penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp434,83 miliar.
Perseroan juga mengalokasikan Rp29,41 miliar untuk aktivitas investasi, terutama untuk pembelian aset tetap. Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat negatif Rp115,70 miliar, terutama digunakan untuk pembayaran pinjaman bank jangka panjang serta liabilitas sewa.
Dengan demikian, posisi kas dan setara kas setelah dikurangi cerukan bank pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp4,74 miliar.
Sedangkan dari sisi neraca total aset RMKO tercatat sebesar Rp557,02 miliar per 31 Desember 2025, naik tipis 1,2% dibandingkan Rp550,33 miliar pada akhir 2024. Aset lancar turun 14,1% menjadi Rp111,65 miliar, sedangkan aset tidak lancar meningkat 5,9% menjadi Rp445,37 miliar, dengan aset tetap bersih mendominasi sebesar Rp372,37 miliar.
Related News
SMBR Tetapkan Dividen dan Rombak Manajemen, Simak!
Sempat Naik Ratusan Persen, Saham ini Lepas dari Jeratan FCA
Saham Tertekan, Laba SOHO Kuartal I Melejit 42 Persen
Laba Naik, Emiten Nikel ini Siap Berbagi Dividen
WICO Fokus Bisnis Kesehatan, Rugi Bersih Susut 58,6 Persen pada 2025
Ekspansi Global, Medco Komitmen Jangka Panjang





