EmitenNews.com - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) membukukan laba bersih Rp271 miliar di 2025, tumbuh 32 persen dibandingkan tahun 2024.

Pertumbuhan itu beriringan dengan naiknya pendapatan bersih sebesar Rp2,9 triliun pada tahun 2025, meningkat 6 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,8 triliun.

Peningkatan sejalan dengan efisiensi beban penjualan, umum, dan administrasi sebesar Rp440 miliar pada tahun 2025, turun 1 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp445 miliar. Namun, beban pajak mengalami peningkatan sebesar 38 persen menjadi Rp71 miliar dari sebelumnya sebesar Rp52 miliar.

Dari kinerja tersebut, laba per saham ASGR mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp201 dari sebelumnya hanya Rp152 per lembar saham.

Presiden Direktur Astragraphia (ASGR), Hendrix Pramana, menyebut kinerja keuangan yang bertumbuh itu didorong optimalnya pendapatan terutama di sektor solusi teknologi informasi, serta penerapan operational excellence sebagai pondasi utama.

“Selain itu, kinerja itu didukung dengan pengelolaan arus kas yang sehat, percepatan digitalisasi proses bisnis serta inovasi berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan kami untuk terus memperkuat bisnis inti, meningkatkan kapabilitas layanan dan daya saing di industri serta membuka peluang baru untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,” katanya dalam public expose ASGR di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Hendrix juga menuturkan strategi bisnis berkelanjutan ASGR ke depan ditopang dengan penguatan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aspek operasional perusahaan.

Di sisi lain, melalui Sustainability Framework and Aspiration, perusahaan memastikan bahwa setiap aktivitas bisnis tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola. 

“Komitmen ini didukung oleh penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) yang transparan dan akuntabel, sehingga setiap inisiatif dapat dijalankan secara konsisten sekaligus memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan. Implementasi tersebut diwujudkan melalui strategi Triple-P Roadmap (Portfolio, People, dan Public Contribution) yang terintegrasi dengan visi, misi, budaya, dan filosofi perusahaan,” ujar Hendrix.(*)