Atasi Krisis, 80 Persen Cadangan Minyak Darurat Dilepas ke Pasar
:
0
Sekitar 325 juta barel minyak cadangan masuk ke pasar untuk mengatasi krisis pasokan minyak. foto: Anadolu.
EmitenNews.com - Lebih dari 80% dari stok minyak darurat yang dijanjikan oleh anggota Badan Energi Internasional (IEA) telah dilepaskan ke pasar.
Pasar energi terus menghadapi tekanan signifikan dari krisis Selat Hormuz, khususnya dalam pasokan diesel (solar).
Serangan Ukraina terhadap kilang-kilang Rusia menambah tekanan lebih lanjut pada pasar diesel, memperketat pasokan dan mendorong kenaikan harga.
"Sekitar 325 juta barel dari aksi kolektif IEA yang diumumkan pada 11 Maret telah dilepaskan hingga saat ini," kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol kepada para pemimpin G7 dalam sebuah pernyataan badan tersebut, Jumat (2/10/2026) sebagaimana dikutip Anadolu, Ahad (4/10/2026).
Birol mengatakan ini mewakili lebih dari 80% dari 400 juta barel yang awalnya dijanjikan.
Pada bulan Maret, IEA setuju untuk melepaskan 400 juta barel dari cadangan darurat untuk mengimbangi gangguan pasokan terkait perang di Timur Tengah, yang digambarkan sebagai pelepasan terkoordinasi terbesar dalam sejarahnya.
Pada hari Jumat, negara-negara G7 sepakat untuk melepaskan 100 juta barel minyak dan bahan bakar dari cadangan darurat melalui badan tersebut selama periode empat bulan.
Sebagian besar diesel diperkirakan akan dilepaskan selama 20 hari pertama aksi tersebut, menurut pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan virtual para pemimpin kelompok tersebut.
G7 juga sepakat untuk mengkoordinasikan pemeliharaan kilang dan menahan diri dari memberlakukan pembatasan ekspor energi di antara negara-negara anggota.
Para pemimpin G7 juga meminta IEA untuk memantau implementasi langkah-langkah baru tersebut dan melaporkan dampaknya dalam waktu 20 hari.
Related News
Produk Sampel Nestle Dinyatakan tidak Aman oleh Regulator Pangan
Kemerosotan Sektor Industri Nasional Ujian Bagi Menperin Baru
Kemenkeu Komit Jaga Defisit 3 Persen dan Rasio Utang 60 Persen
WTI Anjlok 4 Persen Pasca Isu Eropa Rilis Cadangan Minyak
Ekonom Senior Ini Perkuat Kemenko Perekonomian, Kita Tunggu Kiprahnya
Tax Holiday Berakhir, Pemerintah Siapkan Skema Baru Insentif Investasi





