Auditor BPKP Ungkap Lelang Truk dan RCV Basarnas Cuma Formalitas
:
0
Ilustrasi Basarnas. Dok. Liputan6.
EmitenNews.com - Lelang pengadaan truk angkut personel 4WD dan rescue carrier vehicle (RCV) tahun anggaran 2014 di Badan Sar Nasional (Basarnas) hanya formalitas. Pasalnya, pemenang pelelangan sudah ditentukan sebelumnya.
Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Irfan Febriandi menyampaikan hal itu dalam kapasitasnya sebagai ahli kerugian keuangan negara dalam sidang korupsi pengadaan truk dan RCV di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2025).
“Lelangnya diadakan secara formalitas karena sebelum proses lelang itu sudah ditentukan CV Delima Mandiri yang akan melaksanakan pekerjaan,” kata Irfan Febriandi.
Sang auditor menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Meyer Simanjuntak yang menanyakan hasil audit tim BPKP mengenai kerugian negara dalam proyek tersebut.
Menurut Irfan, CV Delima Mandiri yang sejak awal ditentukan sebagai pemenang, meminjam perusahaan lain untuk mengkondisikan tender.
Beberapa bendera perusahaan yang dipinjam yakni PT Trikarya Abadi Prima, PT Lanba Wisesa, dan PT Omega Raya untuk proses lelang truk angkut.
Kemudian, pihak CV Delima Mandiri meminjam PT Trikarya Abadi Prima, PT Gapura Intan Mandiri, dan PT Raja Buana Makmur untuk mengatur lelang pengadaan RCV.
Hasil lelang menyatakan PT Trikarya Abadi Prima sebagai pemenang. Namun, pada kenyataannya, CV Delima Mandiri yang dikendalikan William Widharta justru menjadi pelaksana sebenarnya.
CV Delima Mandiri membangun karoseri terhadap truk angkut dan memodifikasi RCV sesuai permintaan yang ditentukan. Padahal, mereka sebenarnya sudah terlibat sejak tahap penganggaran dan penentuan spesifikasi teknis kendaraan.
“Ternyata seluruh pekerjaan dilaksanakan CV Delima Mandiri, padahal pemenang lelang itu Trikarya Abadi Prima,” ujar Irfan.
Related News
Transformasi SDM Unggul, Bank BSN Sabet Human Capital Awards 2026
Karhutla di Tanah Air, Polri Tetapkan 265 Tersangka, 20 dari Korporasi
Silmy Karim Didakwa Peras Penjamin WNA Rp168,92M, JPU Bongkar Modusnya
Kata Pandu Sjahrir Soal Polemik Supra Sekuritas
Kasus Suap HGB Summarecon Agung, MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron
KPK Usul Aset Pejabat yang tidak Dilaporkan ke LHKPN Bisa Disita





