EmitenNews.com - PT Avia Avian Tbk. (AVIA) menerima dividen interim dari anak usahanya, PT Tirtakencana Tatawarna, sebesar Rp49,99 miliar (Rp49.999.964.693,00). Emiten produsen cat dan bahan bangunan itu, mengumumkan Penerimaan dividen tersebut melalui laporan keterbukaan informasi perusahaan, Selasa (20/10/2026).

PT Avia Avian Tbk emiten yang bergerak di bidang industri dan perdagangan cat, tinta cetak, pernis, lak, perekat/lem, mortar, hingga beton siap pakai. 

Sekretaris Perusahaan PT Avia Avian Tbk, Hera Septi Astuti, menyampaikan bahwa dividen tersebut berasal dari PT Tirtakencana Tatawarna, yakni entitas anak usaha yang sebanyak 99,9999% sahamnya dimiliki AVIA.

"Perseroan menerima dividen interim dari Tirta dengan jumlah Rp49.999.964.693,00," jelas Hera Septi Astuti dalam keterangan tertulisnya.

Manajemen Avia Avian menambahkan bahwa transaksi penerimaan dividen interim dari entitas anak ini tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

AVIA Tembus 87th Percentile dalam S&P Global ESG Assessment 2026

Sementara itu, PT Avia Avian Tbk. (AVIA) mencatatkan perkembangan penting dalam perjalanan keberlanjutan perusahaan melalui hasil S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2026.

Dalam assessment dengan Methodology Year 2026, GICS Sector Materials dan ESG Score Industry CHM Chemicals, Avian meraih S&P Global ESG Score 56 dari 100 dan menempati 87th percentile di industrinya, di atas rata-rata skor industri sebesar 33.

Pencapaian ini menjadi milestone penting bagi Avian Bra. Pasalnya, 2026 merupakan pertama kalinya perusahaan menjalani proses assessment dengan penyampaian data dan dokumen secara lebih komprehensif kepada S&P Global. Proses tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kualitas data, dokumentasi, evidence, serta disclosure atas berbagai praktik sustainability yang telah diterapkan perusahaan

Bagusnya, hasil assessment menunjukkan bahwa Avian memiliki kinerja yang kuat pada sejumlah aspek sustainability. Khususnya yang berkaitan dengan etika bisnis, keselamatan dan kesehatan kerja, pengelolaan produk, serta materiality.