Bahlil Jamin Pasokan Batubara Untuk PLN Aman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan pers di kantornya, Selasa (3/3)
EmitenNews.com - Di tengah penataan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara agar selaras dengan kebutuhan dan pasokan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan batubara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) tetap aman dan terjaga.
Penataan RKAB dilakukan untuk menyelaraskan rencana produksi dengan kebutuhan pasar, baik domestik maupun global, sekaligus menjaga stabilitas harga. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara volume produksi dan nilai ekonomi yang diperoleh pelaku usaha, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
"RKAB untuk batubara dan nikel itu memang kita lagi tata, kita melakukan penyesuaian. Kenapa kita menata? karena memang ini kita hitung betul antara supply dan demand. Idealnya adalah batubara kita produksi banyak, volumenya besar, tapi harganya juga harus bagus," ujar Bahlil saat menyampaikan Keterangan Pers di Jakarta, Selasa (3/3).
Bahlil menjelaskan fakta yang terjadi saat ini justru berbeda. Indonesia memproduksi hingga 43% dari kebutuhan batubara dunia, yang diperkirakan mencapai 1,3 miliar ton, namun harga di pasar global justru mengalami penurunan. Kondisi itu terjadi lantaram harga ditentukan oleh mekanisme pasar internasional, bukan sepenuhnya oleh produsen domestik.
"Kita menyuplai kurang lebih sekitar 500 sampai 550 juta ton. Tapi apa yang terjadi? harganya bukan kita yang mengendalikan, harganya di luar yang mengendalikan. Idealnya harganya bagus karena supply dan demand,(faktanya) supply besar, demand sedikit, maka harganya jadi kurang," terang Bahlil.
Bahlil Lahadalia menekankan bahwa sumber daya alam merupakan aset strategisyang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab demi menjamin keberlanjutan bagi generasi mendatang. Ia mengingatkan setiap aktivitas penambangan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus dilaksanakan secara cermat dan bijaksana, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara nilai ekonomis dan kelestarian lingkungan.
Untuk kebutuhan domestik, khususnya pasokan bagi pembangkit listrik, penataan RKAB dilakukan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan nasional termasuk PLN. "Untuk kebutuhan PLN, saya pastikan sampai dengan bulan Maret-April, no issue," jelasnya.
Pemerintah terus memantau pasokan batubara untuk pembangkit listrik dengan memperhatikan kualitas dan harga yang ekonomis, sehingga pasokan domestik terjamin dan pelaku usaha mendapat harga yang layak.(*)
Related News
Bapanas Kaji Penyesuaian HET MinyaKita Dampak Kenaikan Harga CPO
Konflik Timur Tengah Bawa IHSG Anjlok 4,41 Persen ke Level 7.589
Airlangga Silaturahmi Ke MUI Jelaskan Mekanisme Halal Produk AS
Wall Street Loyo, IHSG Kembali Tertekan
Rawan Koreksi, IHSG Menuju 7.861
Perang Makin Brutal, Serok Saham SIDO, JPFA, TAPG, dan ISAT





