EmitenNews.com - Saranacentral Bajatama (BAJA) masuk barisan emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi alias High Shareholding Concentration (HSC). Itu setelah  93,89 persen saham BAJA dikapling sekelompok elite tertentu. Oleh sebbab itu, Bursa Efek Indonesia tanpa ragu menghadiahi status HSC pada 10 Agustus 2026.

Penentuan HSC itu, berdasar metodologi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat, dan tanpa warkat per 6 Agustus 2026. Alhasil, saham BAJA dimiliki sejumlah tertentu pemegang saham secara agregat menguasai 93,895 persen dari total saham dalam bentuk warkat, dan tanpa warkat perseroan.

Dengan bergabungnya BAJA, daftar emiten penyintas HSC menjadi 55 emiten. Tersebab, pada 5 Agustus 2026, Bukit Darmo Properti (BKDP) menjadi anggota baru emiten HSC 95,45 persen. Lalu, pada 4 Agustus 2026, BEI menjebloskan Asia Sejahtera Mina (AGAR) 99,32 persen, dan Alakasa Industrindo (ALKA) 98,21 persen dalam daftarh saham HSC. 

Berdasar data EmitenNews, Maha Properti Indonesia (MPRO) memimpin puncak daftar dengan konsentrasi kepemilikan tertinggi mencapai 99,99 persen. Menyusul kemudian gurita pusat data DCI Indonesia (DCII) dengan porsi 99,96 persen, Krom Bank Indonesia (BBSI), dan Pradiksi Gunatama (PGUN) masing-masing 99,95 persen.

Di jajaran bank kelas kakap, ada Bank Permata (BNLI) dengan konsentrasi kepemilikan 99,92 persen, lalu bank patungan asal Jepang Bank SMBC Indonesia (BTPN) 99,78 persen, dan Bank Maybank Indonesia (BNII) 99,14 persen. Tidak ketinggalan, bank-bank milik konglomerasi besar dalam negeri juga masuk saham HSC. Grup CT Corp menyumbang dua nama yaitu Bank Mega (MEGA) 95,68 persen, dan Allo Bank Indonesia (BBHI) 92,71 persen. Selain itu, ada bank digital milik Salim Group yaitu Bank Ina Perdana (BINA) 94,79 persen, bank digital Grup Sea Ltd, Krom Bank Indonesia (BBSI) mencatat konsentrasi 99,95 persen.

Emiten sektor energi dan tambang juga menyumbang emiten berstatus HSC. Barito Renewables Energy (BREN) dengan tingkat konsentrasi 97,31 persen. Raksasa batu bara milik Low Tuck Kwong, Bayan Resources (BYAN) 98,50 persen, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) milik Grup Sinar Mas 95,76 persen. Selain itu, saham-saham tambang dan perkebunan sawit (CPO) dengan skala besar lainnya juga masuk daftar HSC. Misalnya, Golden Energy Mines (GEMS) dengan porsi 99,24 persen, dan Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMAR) sebesar 99,58 persen.

Daftar Terbaru Saham HSC

1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) - 99,99%

2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) - 99,96%

3. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) - 99,95%