Bank Syariah Indonesia (BRIS) Tambah Outlet Prioritas Buat Nasabah Beraset Rp500 Juta
EmitenNews.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) (BRIS)menambah outlet prioritas untuk nasabah dengan aset mulai dari Rp500 juta di The Tower Jakarta.
"Outlet BSI Prioritas ini dikhususkan untuk nasabah yang masuk dalam segmen affluent & high net worth. Yaitu nasabah yang memiliki asset under management (AUM) mulai dari Rp500 juta," ungkap Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangan resmi yang diterima Kamis.
Saat ini BSI telah memiliki 10 outlet prioritas yang tersebar di Aceh, Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang dan Makassar.
BSI berkomitmen terus meningkatkan layanan untuk semua segmen nasabah, tak terkecuali bagi 40 ribu nasabah prioritas dengan total dana kelolaan mencapai lebih dari Rp50 triliun.
Dengan penambahan outlet BSI Prioritas, Herry ingin terus meningkatkan layanan wealth management berbasis syariah. Hingga saat ini, BSI menawarkan beragam produk wealth management kepada nasabah prioritas seperti investasi melalui Reksa Dana Syariah, Sukuk, dan Bancassurance.
Wealth management merupakan salah satu segmen individual di perbankan yang memiliki potensi besar dengan pertumbuhan positif. Walaupun jumlah rekening segmen tersebut tidak sampai 1 persen dari total rekening Dana Pihak Ketiga (DPK) di bank, nominal simpanan porsinya di atas 50 persen dari total nominal simpanan individu.
"Kami optimis layanan wealth management berbasis syariah akan terus berkembang, seiring dengan kinerja private wealth management di Indonesia yang semakin baik. Artinya bisnis di segmen tersebut merupakan sektor yang berkembang dan mempunyai potensi besar dalam memberikan nilai atau keuntungan bagi perbankan," tambah Hery dalam keterangan resmi hari ini Kmais (13/1).
Layanan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan aset nasabah sehingga memberikan kemaslahatan bagi keluarga dalam hal waris serta manfaat yang berkelanjutan melalui pembayaran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Related News
Manajemen MINA Buka Suara Soal Pemberitaan Kasus Hukum
Digugat KLH Rp200 Miliar, UNTR Ungkap Kondisi Terkini PTAR
BUVA Bantah Keterlibatan dengan Tersangka Kasus Pasar Modal
Tersuspensi Nyaris Sebulan, Saham PPGL Dibuka Anjlok Sentuh ARB
Profit Taking, Magnus Jaya Lego Saham MTLA Rp88 Miliar
Soal Pidana Pasar Modal, Ini Klarifikasi Emiten Hapsoro (BUVA)





