Batu Bara Masih Dominasi Bauran Energi, Disusul Minyak Bumi
:
0
Bauran energi primer masih didominasi oleh batubara sebesar 40,37%, disusul minyak bumi sebesar 28,82%, gas bumi 16,17% dan Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapat 14,65%
EmitenNews.com - Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menegaskan pentingnya pengelolaan energi yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Pemanfaatan sumber daya energi harus dioptimalkan untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia. Untuk itu, kami menghadirkan data yang mutakhir dan akuntabel melalui publikasi HEESI 2024," ujar Dadan di acara Diseminasi dan Publikasi Handbook of Energy & Economic Statistic of Indonesia (HEESI) 2024, di Jakarta, Selasa (22/7).
Dalam paparannya, Dadan menyoroti pertumbuhan ekonomi global tahun 2024 yang mengalami perlambatan. Meskipun mengalami perlambatan secara global, perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,03% dengan pendapatan per kapita mencapai 78,61 juta rupiah per tahunnya.
Sejalan dengan bertumbuhnya perekonomian Indonesia, supply energi Indonesia pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan 7,46%. Bauran energi primer masih didominasi oleh batubara sebesar 40,37%, disusul minyak bumi sebesar 28,82%, gas bumi 16,17% dan Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapat 14,65%. Adapun bauran EBT ditargetkan mencapai 23% di tahun 2025.
"Jadi tadi kalau disampaikan bahwa pertumbuhannya 5,03% untuk ekonomi kemudian 7,46% untuk energi berarti kita punya elastisitas energinya itu 1,4%. Dalam beberapa case, sebetulnya kita cukup bersaing dengan wilayah-wilayah negara tetangga dan kita masih banyak peluang untuk terus memperbaiki dari 1,4 ini sehingga angka-angkanya nanti menjadi semakin baik," jelas Dadan.
Pada tahun 2024, sektor industri mempunyai share tertinggi dalam demand energi per sektor yaitu 45,94% disusul sektor transportasi 36,11%, rumah tangga 12,58%, komersial 4,47% dan terakhir sektor lainnya 0,90%. Dominasi sektor industri pada demand energi tahun 2024 dipicu oleh penyerapan konsumsi batubara dan gas bumi di sektor industri.
Dadan menekankan bahwa seiring dengan meningkatnya demand energi, maka penyediaan data statistik energi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu menjadi sangat penting untuk mendukung kebijakan dan strategi dalam sektor energi. Pemerintah menyambut baik segala inisiatif dan inovasi terkait penyediaan data dan informasi energi di Indonesia, sehingga HEESI 2024 diharapkan dapat menjadi referensi yang dapat diandalkan oleh semua pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, maupun masyarakat umum.(*)
Related News
Saham SpaceX dan Tesla Terbang, Elon Musk Kembali Jadi Triliuner Dunia
BTN Raih Penghargaan Top Company in Banking Transformation 2026
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya





