Prabowo Sebut Keuntungan BUMN Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Tahun
:
0
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jumat (14/8) pagi. (Foto: Tangkapan Layar TV)
EmitenNews.com - Presiden Prabowo Subianto menyebut restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil mendongkrak secara signifikan. Hal itu disampaikan dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jumat (14/8) pagi.
Dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Presiden merinci PT Semen Indonesia (SIG) berhasil dipacu hingga naik 408,9 persen tahun ini. Demikian pula laba PT Pupuk Indonesia yang naik 252,8%, PT Pertamina naik 86%, dan PT Pegadaian naik 84,4%.
"PT Garuda yang hampir dipailitkan berhasil mengaktivasikan 104 pesawat yang grounded. Sehingga Garuda yang tadinya rugi, kini menuju profitability," tandasnya.
Presiden mengaku tidak ingin menerima laporan asal-asalan BUMN. Hasilnya, setelah laporan keuangan dikoreksi, keuntungan BUMN yang pada 2024 sebesar Rp186 triliun, pada 2025 naik dua kali lipat menjadi Rp326 triliun.
Begitupun dengan dividen yang disetor ke negara, meningkat dari Rp85,5 triliun pada 2024, naik menjadi Rp142,3 triliun pada 2025, dan pada 2026 diproyeksikan meningkat mencapai Rp200 triliun tanpa ada PNB. Artinya terjadi peningkatan dividen sebesar 3x lipat dari 2024 ke 2026.
"Ini membuktikan dengan manajemen yang sehat keberhasilan bisa datang dengan cepat", tegasnya.
Sebelumnya Presiden mengungkapkan tekadnya untuk memangkas jumlah BUMN dari 1.074 menjadi 400-500 karena terlalu banyak BUMN yang tidak produktif.
" Hari ini kita menutup 290 BUMN karena terlalu banyak yang rugi. Ini jadi masalah karena banyak asing yang kerjasama dengan mereka," tandas Prabowo.(*)
Related News
Pidato Prabowo Sengat IHSG, Indeks Berbalik Reli 0,56% di Akhir Sesi I
Menyambut HUT ke-81 RI, IHSG Jumat Dibuka Terkoreksi 0,18 Persen
IHSG Tertekan 1,13 Persen, MNC Sekuritas Ungkap Dua Skenario
Di Tengah Sentimen MSCI, Kiwoom Masih Bidik IHSG ke 7.000
IHSG Lanjut Koreksi, Sentimen ini Pemicunya
Usai Diterpa MSCI, Pasar Menanti Jurus RAPBN 2027





