EmitenNews.com - Buana Finance (BBLD) akan menebar dividen tunai Rp4,11 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 30,62 persen dari torehan laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp13,47 miliar. Menyusul hasil tersebut, para investor akan mendapat santunan dividen tunai Rp2,5 per lembar. 

Selanjutnya, sebesar Rp1 miliar disisihkan sebagai dana cadangan. Dan, sisa laba bersih sejumlah Rp8,36 miliar atau sekitar 60 persen dari laba bersih ditetapkan dan dibukukan sebagai laba ditahan. Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 18 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. 

Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 26 Mei 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 Mei 2026. Cum dividen pasar tunai pada 2 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 3 Juni 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 2 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. 

Pembayaran dividen pada 18 Juni 2026. Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, BBLD mengemas laba bersih Rp13,47 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sejumlah Rp8,36 miliar. Dan, total ekuitas terkumpul Rp1,4 triliun. 

Performa Menurun

Sepanjang 2025, BBLD mencatat laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp13,48 miliar, terperosok 79,6 persen secara year on year (yoy) dibanding edisi 2024 dengan capaian Rp66,06 miliar.

Pendapatan Rp923,44 miliar, meningkat 5,54 persen yoy dari Rp874,93 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Namun, saat bersamaan, beban melonjak menjadi Rp906,31 miliar, naik 14,48 persen yoy dari Rp791,69 miliar. Laba sebelum pajak terpangkas menjadi Rp17,12 miliar, susut 79,4 persen dari Rp83,23 miliar.

Menengok kondisi neraca, total aset mencapai Rp7,14 triliun atau tumbuh 7,69 persen dari Rp6,63 triliun. Liabilitas meningkat menjadi Rp5,73 triliun, naik 9,98 persen dari Rp5,21 triliun. Ekuitas tercatat Rp1,40 triliun, turun 1,41 persen dibanding akhir 2024 senilai Rp1,42 triliun. (*)