IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Beban Bengkak, Laba Emiten Prajogo Pangestu (BRPT) Anjlok 79 Persen Sisa USD9,35 Juta

14/05/2022, 15:50 WIB

Beban Bengkak, Laba Emiten Prajogo Pangestu (BRPT) Anjlok 79 Persen Sisa USD9,35 Juta

EmitenNews.com — PT Barito Pacific Tbk (BRPT)mencatatkan laba bersih senilai USD9,352 juta dalam tiga bulan pertama tahun 2022, atau anjlok 79,5 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 yang terbilang USD45,434 juta.


Akibatnya, laba per saham dasar turun ke level USD0,0000001, sedangkan pada akhir Maret 2021 berada di level USD0,00000048.


Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2022 tanpa audit emiten petrokimia milik Prajogo Pangestu itu, yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/5/2022).


Padahal, pendapatan tumbuh 11,98 persen menjadi USD813,44 juta yang ditopang penjualan petrokimia ke dalam negeri senilai USD548,18 juta atau tumbuh 14,6 persen dibanding kuartal I 2021, yang tercatat sebesar USD478,35 juta.


Senada, nilai ekspor petrokimia tumbuh 8,4 persen menjadi USD128,24 juta.


Demikian juga dengan pendapatan dari listrik, sewa energi, uap, sewa pembiayaan dan carbon credit yang tumbuh 12,8 persen menjadi USD685,19 juta.


Sayangnya, beban pokok pendapatan dan beban langsung membengkak 42,7 persen menjadi USD681,97 juta, karena biaya produk naik 43,4 persen menjadi USD607,3 juta. Hal itu dipicu pemakaian bahan baku yang naik 47,8 persen menjadi USD547,29 juta. Dampaknya, laba kotor amblas 47,3 persen dan tersisa USD131,47 juta.


Sementara itu, aset perseroan tumbuh 0,7 persen menjadi USD9,314 miliar yang ditopang kenaikan ekuitas sebesar 1,6 persen menjadi USD4,337 miliar.


Patut dicermati, kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi membengkak 461,5 persen menjadi USD511,33 juta, karena pembayaran kepada pemasok, karyawan dan lainnya naik 87,4 persen menjadi USD1,237 miliar.


Author: Rizki