Beban Usaha Bengkak, Laba Nippon Indosari (ROTI) Turun 13,8 Persen di Semester I
Salah satu pos pemicunya, persediaan kadaluarsa atau cacat melonjak 65,9 persen menjadi Rp156,11 miliar.
Dampaknya, laba usaha terpapas 14,5 persen menjadi Rp175,39 miliar.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2023 tanpa audit emiten pabrik roti grup Salim itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indoensia (BEI), Senin (31/7/2023).
Sementara itu, total kewajiban bertambah 17,04 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp1,696 triliun pada akhir Juni 2023.
Pada sisi lain, jumlah ekuitas berkurang 18,2 persen dibanding akhir Desember 2022 menjadi Rp2,192 triliun pada akhir Juni 2023.
Related News
Optimistis Sambut 2026, Dirut BRI Yakin pada Transformasi dan Strategi
Mizuho Leasing (VRNA) Punya Manajemen Baru, Ini Susunannya!
Lion Metal Works Jaminkan Deposito Rp20 Miliar untuk Kredit Anak Usaha
DEWA Alihkan Operasi ke Armada Sendiri, Pacu Kenaikan Margin
Tahun 2025, Ini Sederet Capaian dan Kontribusi BRI (BBRI) untuk Negeri
Bank Aladin Incar Dana Rp2 Triliun dari Penerbitan Sukuk





