Bebas dari Suspensi: 2 Saham Lanjut Ngebut, 1 Ambruk 13 Hari Berturut!
:
0
Ilustrasi peringatan yang muncul pada suatu saham volatilitas tinggi. Foto: Pegadaian.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali gembok perdagangan tiga saham, yakni PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK), PT Agro Bahari Nusantara Tbk. (UDNG), dan PT Semacom Integrated Tbk. (SEMA).
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan dalam keterangan tertulisnya (16/9) menuturkan bahwa suspensi ketiga saham tersebut dibuka kembali di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi I tanggal 17 September 2026.
Sebagai informasi, BEI mensuspensi saham SEMA dan PACK pada perdagangan tanggal 16 September dan 1 September 2026 karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Sedangkan saham UDNG disuspensi BEI pada tanggal 16 September 2026 karena penurunan harga saham yang signifikan.
3 Saham Melaju Kontras!
Usai bebas suspensi, dua saham di antaranya langsung melanjutkan penguatan. PACK, yang merupakan emiten milik pengusaha Syamsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam, kembali melesat +55 poin atau +9,82% ke level Rp615 dan menyentuh Auto-Reject Atas (ARA).
Disusul SEMA yang juga terbang +20 poin atau +8,55% ke level Rp254.
Sementara itu, UDNG justru melanjutkan tren ambruk. Pada pembukaan perdagangan Rabu (17/9), UDNG bahkan dibuka anjlok menyentuh Auto-Reject Bawah (ARB) ke Rp438, anjlok -48 poin atau -9,88%.
Jika ditarik dari harga tertinggi Rp1.585 pada 31 Agustus 2026, UDNG sudah ambruk 13 hari perdagangan beruntun. Dalam periode tersebut, saham UDNG telah longsor -70,97% dari Rp1.585 ke Rp460.
Related News
RAJA & Anak Usaha Amankan Fasilitas Pembiayaan Syariah Maybank Rp250M
Pemegang Saham BUMI Tambah 7.586 SID, Saham Anjlok 30,3% dalam Sebulan
Penjualan Ekspor TRIS Tembus Rp802 Miliar, Sumbang 60% Pendapatan
Langkah Awal Dongkrak Free Float, ROTI Tarik 514 Juta Saham Treasuri
Pefindo Beri Rating idA(sy) untuk Sukuk Surge (WIFI) Rp1,25 Triliun
Gencar Tarik Utang Bank, Liabilitas ASPR Naik 21% per Kuartal III-2026





