Bebas PKPU, Garuda Indonesia (GIAA) Tuntaskan Restrukturisasi Utang Akhir 2022
EmitenNews.com - Garuda Indonesia (GIAA) bebas dari cengkraman Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Itu menyusul Pengadilan Niaga, pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) telah mengesahkan perjanjian perdamaian (homologasi) perseroan.
Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada PN Jakpus telah mengakhiri PKPU, dan mengesahkan homologasi antara Garuda Indonesia dengan para kreditor. Pengesahan itu, tertuang dalam Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat No 425/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN. Niaga.Jkt.Pst tanggal 27 Juni 2022 sebagaimana dikuatkan Mahkamah Agung (MA) dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1454 K/Pdt.Sus-Pailit/2022 diputus pada 26 September 2022.
Ada 5 poin dijabarkan pada amar putusan tersebut. Pertama, sah dan mengikat secara hukum, perjanjian perdamaian tertanggal 17 Juni 2022 antara Garuda Indonesia dengan para kreditornya. Kedua, menghukum Garuda Indonesia, seluruh kreditor, dan pihak–pihak dalam perjanjian perdamaian tertanggal 17 Juni 2022 untuk tunduk, mematuhi, dan melaksanakan isi perjanjian tersebut.
Ketiga, menyatakan biaya–biaya dan imbalan jasa pengurus selama proses PKPU Garuda telah ditetapkan dalam suatu penetapan tersendiri, dan menghukum Garuda melaksanakan penetapan tersebut. Keempat, PKPU No 425/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN. Niaga.Jkt.Pst demi hukum berakhir. Kelima, menghukum termohon PKPU, Garuda Indonesia membayar biaya perkara sebesar Rp9,87 juta.
Oleh karena putusan pengesahan perjanjian perdamaian telah memperoleh kekuatan hukum tetap melalui putusan MA, berdasar ketentuan pasal 288 UU No 37/2004, PKPU atas PT Garuda Indonesia telah berakhir. ”Putusan itu tidak berdampak langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan perseroan. Namun, sejalan dengan putusan itu, restrukturisasi bisa rampung akhir tahun ini,” tegas Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia. (*)
Related News
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya
RMKE Tutup 2025 dengan Kinerja Solid
Austindo (ANJT) Tunda Laporan Keuangan 2025, Audit Masih Berjalan
Laba Neobank (BBYB) Melangit 2.745 Persen Jadi Rp565,69 Miliar!





