BEI Bekukan 11 Saham, Kapan Dibuka?
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dinamika penguatan serta penurunan indeks.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjatuhkan suspensi perdagangan terhadap 11 saham secara bertahap menyusul lonjakan harga yang dinilai tidak wajar.
Adapun, saham-saham tersebut adalah Trimitra Prawara Goldland (ATAP), Kokoh Exa Nusantara (KOCI), Lupromax Pelumas Indonesia (LMAX), Intermedia Capital (MDIA), Multikarya Asia Pasifik Raya (MKAP), Minna Padi Investama Sekuritas (PADI), Prima Globalindo Logistik (PPGL), RMK Energy (RMKE), Soechi Lines (SOCI), Soraya Berjaya Indonesia (SPRE), dan Triniti Dinamik (TRUE).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono menyampaikan bahwa suspensi dilakukan sebagai bentuk perlindungan investor dan pengawasan atas volatilitas ekstrem. Keputusan suspensi diberlakukan efektif Selasa (13/1).
Pada suspensi tahap pertama, saham KOCI beserta KOCI-W, SPRE, MKAP, dan LMAX berpotensi dihentikan sementara selama satu hari bursa dan dijadwalkan kembali diperdagangkan keesokan harinya.
Sebelum suspensi, pada penutupan perdagangan Senin (12/1) SPRE tercatat ditutup melesat hingga Auto Rejection Atas (ARA) 9,76 persen ke level Rp270, LMAX juga ikut mengekor ARA dengan 9,18 persen naik ke Rp214. Sementara KOCI menguat 16,47 persen ke Rp198 dan MKAP naik 16,10 persen ke Rp685.
Memasuki suspensi tahap kedua, saham SOCI, MDIA, PADI, dan PPGL diproyeksikan dihentikan perdagangan hingga sekitar satu minggu dan berpotensi masuk papan FCA saat suspensi dibuka.
Pada perdagangan Senin (12/1), MDIA milik grup Bakrie mencetak ARA 10 persen ke Rp110, PPGL juga menguat hingga mentok ARA 9,56 persen ke Rp298, sementara SOCI melesat 19,49 persen ke Rp1.705. Saham PADI tercatat naik terbatas 0,51 persen ke Rp199.
Untuk suspensi tahap ketiga, saham ATAP dan RMKE diperkirakan dihentikan hingga paling lama sekitar satu bulan dan akan berstatus FCA. Sebelumnya, ATAP sempat melesat ARA 24,59 persen ke Rp760, sedangkan RMKE melonjak 17,10 persen ke level Rp7.875.
Sementara itu, saham TRUE masuk skenario suspensi lanjutan dengan potensi penghentian paling lama bisa terjadi hingga lebih dari satu bulan dan dipastikan masuk FCA.
TRUE sebelumnya dapat peringatan suspensi pertama kali pada (13/10/2025), lalu surat pengumuman suspensi kedua kalinya pada (21/10/2025), ketiga pada (4/12/2025), hingga keempat terakhir pada hari ini (13/1/2026).
Pada perdagangan terakhir sebelum disuspensi, TRUE tercatat ditutup menguat 18,30 persen ke harga Rp530.
Related News
Dua dari Empat Saham Disorot Bursa, Masih Cetak ARA
OJK Perketat Pengawasan ke BEI, KSEI, dan KPEI
Usai Lepas Suspensi, IFSH dan ALII Kembali ARA
Pasar Modal RI Bisa Tertinggal, HSBC Kritisi Peran Regulator dalam IPO
Awal 2026 Belum Ada IPO, Ini Perbedaan dengan Tahun-tahun Sebelumnya
Dua dari Empat Saham Masuk UMA Masih Unjuk Performa





