BEI Gembok 8 Saham Terbang, Empat Suspensi Panjang!
:
0
Ilustrasi suspensi yang diakibatkan oleh kenaikan harga secara agresif.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara perdagangan saham PT Panca Global Sekuritas Tbk (PEGE), PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU), PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), PT Natura City Developments Tbk (CITY), dan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) setelah kedelapan saham tersebut melonjak tidak wajar dalam waktu singkat.
Kepala Divisi Peraturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menyatakan bahwa keputusan suspensi ini mulai efektif diberlakukan pada Kamis (11/12).
Empat saham pertama yakni, PEGE, KIOS, PTDU, dan KETR disuspensi selama satu hari setelah seluruhnya menutup perdagangan Rabu (10/12) pada level tertinggi harian atau auto rejection atas. PEGE melesat 24,35 persen ke Rp286, KIOS melompat 34,59 persen ke Rp214, PTDU naik 9,57 persen ke Rp103, sementara KETR menguat 22,82 persen ke Rp1.480.
Adapun empat saham lainnya GTSI, IRSX, CITY, dan TRON masuk suspensi lanjutan disebabkan pasal reli dan riwayat suspensi tahap I sebelumnya yang berpotensi memicu perpindahan ke mekanisme full call auction (FCA).
Pada penutupan perdagangan Rabu (10/12), GTSI naik 22,88 persen ke Rp290, IRSX menguat 18,97 persen ke Rp690, CITY melonjak mentok ke Auto Rejection Atas (ARA) 24,86 persen ke Rp462, dan TRON menanjak 21,93 persen ke Rp228.
BEI menegaskan bahwa suspensi dijatuhkan untuk memberikan cooling down setelah harga saham-saham tersebut bergerak agresif dalam waktu pendek dan dinilai berpotensi mengganggu proses pembentukan harga yang wajar. Otoritas berharap penghentian sementara ini menjaga stabilitas perdagangan serta melindungi investor dari pergerakan harga yang terlalu spekulatif. (*)
Related News
Total 93 AB Siap Sambut Penurunan Batas Saham ke Rp1 pada 28 September
Kalender Libur BEI 2027, Cek Bulan Panen Cuti Bersama & Tanggal Merah
Bukan untuk Investor Ritel, BEI Sebut Short Selling Khusus bagi Expert
BEI: Short Selling Berpotensi Dongkrak Likuiditas Bursa hingga 17%
RUPSLB Demutualisasi BEI Ngaret, Danantara Incar Kongsi 40% & AB 51%
BEI Hidupkan Lagi Short Selling Mulai 15 September 2026





