BEI Kasih Bocoran Satu Perusahaan Properti Bersiap Rights Issue!
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi sinyal terbaru terkait satu perusahaan dari sektor properti dan real estat tengah berada dalam pipeline untuk menjajaki aksi korporasi rights issue dalam waktu dekat.
Mengacu pada data yang dipaparkan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, per Jumat (5/12/2025), hingga saat ini sudah 12 perusahaan tercatat yang menerbitkan rights issue sepanjang 2025, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp17,50 triliun.
Namun yang menarik, di luar 12 perusahaan yang sudah mengeksekusi aksi korporasi tersebut, BEI mengonfirmasi masih ada satu perusahaan tambahan dalam pipeline, dan sektor asalnya sepenuhnya berasal dari Properties & Real Estate, satu-satunya sektor yang mengisi pipeline rights issue di update akhir tahun ini.
Data pada paparan Nyoman menunjukkan grafik yang sepenuhnya berwarna tunggal, menandakan 100 persen pipeline rights issue yang berasal dari sektor properti dan real estat. Dari 11 sektor yang dicatat BEI, tidak ada satu pun sektor lain yang menyumbang kandidat rights issue.
Nyoman tidak mengungkap nama emiten yang tengah bersiap, namun memastikan bahwa prosesnya telah masuk radar BEI.
Jika terwujud, rights issue tersebut akan menambah daftar panjang aksi korporasi penguatan modal yang mendominasi pasar sepanjang tahun, terlebih di tengah pemulihan sektor properti yang mulai menunjukkan konsolidasi permintaan.
Pasar kini menunggu emiten mana yang akan muncul sebagai pemain berikutnya. Mengingat sektor properti cukup agresif memanfaatkan momentum pendanaan tahun ini, potensi aksi ini diperkirakan menjadi perhatian investor dalam beberapa pekan mendatang.
Beberapa nama emiten properti pun mencuat seperti PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) ataupun PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE), hingga emiten Hermanto Tanoko PT Jaya Makmur Sentosa Tbk. (RISE). (*)
Related News
Saham TUGU Rebound Cepat Usai Koreksi, Intip Sebabnya!
IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen, Sektor Industri Anjlok Terdalam
IHSG Berbalik Melemah di Sesi I (5/2), Saham Emas Rontok
OJK Dorong BPD Tingkatkan Pembiayaan UMKM Untuk Pacu Ekonomi Daerah
Menperin Dorong ASAKI Ambil Peluang Dari Program Gentengisasi
Indonesia Bidik Empat Besar Produsen Keramik Dunia





