BEI Lepas Suspensi 4 Saham: 2 Ngegas ARA, 1 ARB, & 1 Mau Delisting!
:
0
Foto figura burung terbang di Main Hall BEI. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), dan PT Indointernet Tbk (EDGE) mulai Kamis (6/8/2026).
Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, dalam keterangan tertulis Rabu (5/8) menuturkan suspensi saham TGUK dan ALKA dibuka kembali di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi I Periodic Call Auction tanggal 6 Agustus 2026.
Sementara MDIA beredar di pasar reguler, saham EDGE justru dibuka sementara hanya di Pasar Negosiasi pada 5 Agustus 2026 pukul 13.30 WIB untuk pelaksanaan transaksi crossing saham terkait buyback dan go private alias delisting. Setelah transaksi selesai atau paling lambat pukul 13.45 WIB, suspensi kembali diberlakukan di seluruh pasar.
Sebagai informasi, BEI mensuspensi saham MDIA pada 5 Agustus 2026, ALKA sejak 29 Juli 2026 atau 8 hari kalender, dan TGUK pada 26 Mei 2025 atau 1 tahun 2 bulan 11 hari akibat terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Pada pembukaan perdagangan 6 Agustus 2026, saham emiten grup Bakrie yakni, MDIA langsung menjulang setinggi 23,15% ke Rp266 dan sempat menyentuh Auto-Reject Atas (ARA) di Rp270.
Saham ALKA turut mengekor terbang 9,91% mentok ARA di FCA ke harga Rp1.885, dan TGUK justru ambruk parah 9,49% menyentuh Auto-Reject Bawah (ARB) ke Rp124 usai suspensi panjang hingga menahun yang dideritanya.
Untuk TGUK, perdagangan di Pasar Negosiasi juga dibuka kembali sehubungan dengan penyampaian keterbukaan informasi dari perseroan yang telah memadai.
Bursa meminta kepada seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Related News
Rajin Serok Saham FUJI, Medio 2026 NICK Berbalik Boncos 113 Persen
Sahamnya ARA hingga 2 Kali, Berlanjut Dipelototi BEI
Laba BUVA Drop, Right Issue, dan Hapsoro Kurangi Porsi Saham
PBRX Terseok-seok, Berbalik Rugi, dan Defisit Bengkak
Mumpung Diskon, Petinggi Astra Terus Borong Saham ASII
Rugi Beruntun, Saham Emiten Hapsoro (UANG) Mulai Menggeliat





