EmitenNews.com -  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencermati perkembangan dari pola transaksi saham PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) yang mengalami kenaikan harga secara tidak wajar sejak awal pekan ini.

 

Pada penutupan perdagangan Jumat (4/2), harga emiten group MNC itu (IATA) berada di level Rp74 per saham, namun pada penutupan transaksi kemarin (9/2) harganya sudah berada di level Rp157 per saham atau telah melonjak 130 persen.

 

Adapun jika melihat lebih jauh lagi, hanya dalam 10 hari Bursa, tepatnya sejak Selasa, 25 Januari 2022 dimana saham IATA masih bertengger di harga Rp59 per saham dan hingga penutupan kemari di Rp157 per saham maka lonjakan saham IATA mencapai 166,10 persen.

 

Untuk hari ini saham IATA terpantau masih terus mengalami kenaikan, hingga 7,64 persen atau penguatan 12 poin ke harga Rp169 per saham dari pembukaan. Dengan volume saham sebanyak 989,78 juta, nilai transaksi mencapai Rp175,22 miliar dan frekuensi mencapai 45.962 kali hingga pukul 10:10 WIB.

 

"Kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham IATA yang berada di luar kebiasaan ( unusual market activity /UMA)," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dalam Pengumuman Bursa, yang dikutip Kamis (10/2).