BEI Sorot Harga Right Issue, AHAP Sodorkan Skema ini
:
0
Grafik pergerkan saham AHAP dalam tempo lima hari terakhir. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Asuransi Harta Aman Pratama (AHAP) menetapkan harga right issue Rp50 per lembar. Harga tersebut setara alias sama dengan nilai nominal saham perseroan. Penepatan harga pelaksanaan itu, mendapat sorotan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pasalnya, emiten asuransi Grup Salim tersebut menetapkan harga pelaksanaan sama dengan dua edisi right issue sebelumnya. Itu berdasar pertimbangan Price to Book Value (PBV) perseroan dibanding industri sejenis (asuransi umum) khususnya perusahaan terbuka tercatat di BEI.
Di mana, PBV perseroan posisi 30 Juni 2026 adalah : PBV = harga saham/BVPS. Yaitu, Rp81/Rp35,15 = 2,30X. Berdasar pertimbangan-pertimbangan itu, perseroan menetapkan harga pelaksanaan Rp50 per eksemplar. SSelanjutnya, untuk pencatatan saham tambahan dari right issue, harga pelaksanaan paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Berikutnya, berdasar Peraturan Bursa No. II-A tentang perdagangan efek bersifat ekuitas, batasan harga terendah (minimum) atas saham yang diperdagangkan di pasar reguler, dan pasar tunai sebesar Rp50. Dengan demikian, harga pelaksanaan right issue kali sebesar Rp50 per lembar telah memenuhi ketentuan V.3.2 peraturan bursa No. I-A.
Bagi pemegang saham tidak melaksanakan haknya, akan mengalami dilusi kepemilikan maksimum 41,67 persen. Kalau target keseluruhan dana tidak tercapai, dan hanya pemegang saham pengendali yaitu PT Asuransi Central Asia (ACA) melakukan seluruh hak-nya, maka pemenuhan ekuitas/modal minimun Rp250 miliar dapat dipenuhi paling lambat 31 Desember 2026.
Anthoni Salim Pasang Badan
Sekadar informasi, dalam aksi korporasi tersebut AHAP berpotensi menghimpun dana Rp175 miliar. Pemegang saham utama PT ACA milik pengusaha Anthoni Salim menyatakan siap menyerap seluruh porsi haknya. Berdasar surat pernyataan 20 Mei 2026, PT ACA akan melaksanakan seluruh HMETD menjadi haknya 2,19 miliar saham atau 62,58 persen dari total saham baru yang diterbitkan.
Sebagian penyetoran dilakukan melalui konversi pinjaman subordinasi Rp30 miliar, dan sisanya sekitar Rp79,51 miliar akan disetor secara tunai saat pelaksanaan rights issue. AHAP akan menawarkan maksimum 3,5 miliar saham baru. Setiap pemegang 7 saham lama tercatat pada Daftar Pemegang Saham per 24 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak 5 HMETD. Di mana, setiap satu HMETD dapat menebus satu saham baru dengan harga Rp50 per lembar.
Manajemen AHAP memastikan tidak menunjuk pembeli siaga dalam aksi korporasi tersebut. Apabila masih terdapat saham tidak diambil pemegang HMETD, saham tersebut akan dialokasikan secara proporsional kepada pemegang saham yang melakukan pemesanan tambahan. Jika masih tersisa, saham tersebut tidak akan diterbitkan.
Right issue untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor 23 Tahun 2023 mengenai peningkatan ekuitas minimum perusahaan asuransi. Pada tahap pertama, perusahaan asuransi diwajibkan memiliki ekuitas paling sedikit Rp250 miliar paling lambat 31 Desember 2026. Penggunaan dana hasil right issue sebagai modal kerja. Dana akan ditempatkan pada instrumen investasi sesuai ketentuan regulator.
Related News
Komitmen, DUCK Janji Mulai Buyback 2 November 2026
TUGU Serap Dana IPO Hingga 88 Persen, Dipakai Ini
Masuk Masa Bookbuilding, SWAP Patok Harga Rp130-Rp140 per Saham
September, MKNT Izin Private Placement Rp1 Triliun
Aksi Senyap Samuel Sekuritas di Saham RLCO
Ultimate Shareholder Guyur Bank Kasikorn (BMAS) Pinjaman USD341 Juta





