BEI Tegur Matahari (LPPF) Soal Rencana Bagi Dividen Rp200 per Lembar
:
0
Salah satu gerai milik PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).
EmitenNews.com - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bersikukuh rencana pembagian dividen tahun 2023 pada bulan April 2024 dengan total pembayaran Rp675,36 miliar atau Rp200 per saham tidak akan membuat ekuitas atau modal menjadi negatif. Sementara, LPPF melaporkan ekuitas pada akhir tahun 2023 tersisa Rp30,738 miliar.
Namun, manajemen LPPF enggan menyampaikan proyeksi atau performa ekuitas usai pembagian dividen tunai tersebut kepada investor publik.
“Proyeksi atau proforma akan disampaikan kepada OJK dan IDX secara terpisah, karena Perseroan tidak memberikan panduan/referensi ke depan untuk publik,” jawab Sekretaris Perusahaan LPPF, Susanto atas pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/3).
Hanya saja, dia berharap, setelah membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2023 dapat mempertahankan ekuitas yang positif pada kuartal kedua 2024 seiring dengan kinerja positif perseroan yang sedang berjalan.
Lebih lanjut dia menerangkan, perseroan telah melakukan proyeksi dan mempertimbangkan beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan, termasuk; keberhasilan musim Lebaran (Maret - April 2024) yang bergantung pada momentum, daya beli konsumen, stabilitas ekonomi dan politik, dan faktor-faktor lainnya.
Lebih lanjut Susanto menegaskan, pembayaran dividen pada bulan April 2024 dengan nilai Rp200 per lembar akan bersumber pada kas internal yang tercatat sebesar Rp508 miliar per 31 Desember 2023.
Ia menambahkan, LPPF meraup laba bersih tahun berjalan sebesar Rp675,36 miliar, dengan total saldo laba setelah dikurangi cadangan wajib sebesar Rp3,381 triliun pada akhir Desember 2023.
Related News
Tutupi Utang, MDKA Tawarkan Obligasi Jumbo
Pengendali ADMF Lego 55,93 Juta Lembar, Simak Tujuannya
Agustus 2026, Bank Mandiri Gulirkan KUR Rp29,53 Triliun
Jumlah Mobil Baru Melonjak, ASLC Integrasikan Ekosistem Mobkas
3 Konglo Masuk Wantimpres, Saham Jusuf Hamka (CMNP) Paling Ngegas 5%
Grup Sinarmas Perkuat Ekosistem AI, dan Infrastruktur Digital





