EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar konstituen terbaru Indeks LQ45, IDX80 dan IDX30 melalui evaluasi mayor periode Juli 2026. Sejumlah saham terpantau masuk dan keluar dari daftar indeks saham unggulan tersebut.

Indeks LQ45, misalnya, yang menjadi barometer saham paling likuid di bursa, menetapkan PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebagai penghuni baru daftar LQ45. Sementara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi dikeluarkan dari indeks tersebut.

Di Indeks IDX30, merupakan indeks paling elit yang berisi 30 saham blue chip papan atas mengalami sedikit perombakan. Di mana PT Darma Henwa Tbk (DEWA) resmi menjadi pendatang baru indeks IDX30. Adapun yang keluar dari IDX30 yaitu saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Sedangkan di indeks IDX80, tiga saham tercatat masuk sebagai penghuni baru. Adapun saham baru yang masuk Indeks IDX80 yaitu PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Sementara saham yang keluar dari indeks IDX80 yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari mengatakan hasil evaluasi tersebut akan efektif untuk peridoe 3 Agustus 2026 s.d. 30 Oktober 2026.

“BEI pada bulan Juli 2026 telah melakukan evaluasi atas indeks IDX80, LQ45, IDX30, periode efektif 30 Agustus 2026 sampai dengan 30 Oktober 2026,” tulis Pande, Senin (27/7).