Bengkak, Rugi Surya Semesta Internusa (SSIA) Jadi Rp200 Miliar di 2021, Ini Pemicunya
EmitenNews.com - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) hingga akhir 2021 masih mencatakan rugi bersih sebesar Rp200,21 miliar atau membengkak 129 persen dibandingkan tahun 2020 yang menyentuh Rp87,542 miliar. Sehingga rugi per saham dasar menyentuh Rp44,02, sedangkan di akhir tahun 2020 hanya Rp19,1.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2021 emiten properti itu yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat hari ini (31/3) disebutkan membengkaknya laba 2021 tersebut disebabkan pendapatan usaha turun 20,19 persen menjadi Rp2,352 triliun yakni dari pendapatan jasa konstruksi yang anjlok 20,8 persen sehingga tersisa Rp1,648 triliun.
Selain itu, pendapatan hotel turun 14,48 persen menjadi Rp183,13 miliar. Pendapatan tanah kawasan industri juga anjlok 53,78 persen, dan tersisa Rp165,89 miliar.
Namun demikian pendapatan sewa, parkir, jasa pemeliharaan dan utilitas tumbuh 3,07 persen menjadi Rp302,3 miliar dan pendapatan perumahan melonjak 25.070 persen menjadi Rp52,858 miliar.
Meski langsung dapat ditekan sedalam 20,63 persen menjadi Rp1,835 triliun, tapi laba kotor turun 18,58 persen menjadi Rp517,01 miliar.
Beban keuangan membengkak 10,44 persen menjadi Rp222,38 miliar, sehingga rugi sebelum pajak menjadi Rp196,43 miliar.
Sementara itu, aset perseroan tumbuh 1,7 persen menjadi Rp7,52 triliun karena dipicu pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun yang membengkak 71,62 persen menjadi Rp1,016 triliun. Sedangkan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi susut 58,02 persen menjadi Rp340,78 miliar.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





