EmitenNews.com - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membidik peluang pertumbuhan dari program elektrifikasi armada Transjakarta yang ditargetkan berlangsung hingga 2030 mencapai 10 ribu unit.

Direktur Utama VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie, mengatakan Transjakarta menjadi pasar strategis sekaligus acuan bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan transportasi publik berbasis kendaraan listrik.

“Transjakarta ini adalah model benchmarking bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Menurut Ardiyan, Transjakarta telah memaparkan rencana pengadaan bus listrik secara bertahap, baik untuk bus besar, bus sedang, maupun bus kecil. Namun, realisasi tender tetap bergantung pada proses penganggaran pemerintah daerah.

Di samping itu, VKTR menilai bahwa peluang pertumbuhan tidak hanya datang dari sektor transportasi publik, tetapi juga dari segmen pertambangan, perkebunan, dan logistik yang mulai beralih ke kendaraan listrik karena tingginya harga bahan bakar minyak (BBM).

Sejalan dengan itu, hingga saat ini perseroan telah mengantongi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%, yang dinilai menjadi salah satu keunggulan kompetitif untuk mengikuti pengadaan kendaraan listrik di Indonesia.

Bergabungnya Yana Aditya, mantan Direktur Utama Transjakarta, ke jajaran manajemen juga diharapkan memperkuat strategi VKTR dalam menangkap peluang pasar tersebut.

"Saya yakin dengan ada tambahan di sini juga dari yang baru ada Pak Yana, dengan ekspertis masing-masing, semakin memperkuat VKTR," ujarnya.

Direktur VKTR, Mochamad Yana Aditya juga menegaskan optimisme perseroan kembali mencetak laba hingga peningkatan pendapatan.

"Sebetulnya 2025 itu laba neto kita ini positif, lebih tinggi dari tahun 2024. Dan untuk pendapatan 2026 InsyaAllah naik," ungkapnya.