Bergerak Volatil, IHSG Naik 0,82 Persen ke 7.149
Potret main hall perdagangan BEI.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (31/3/2026) di zona hijau, namun belum sepenuhnya lepas dari tekanan pasar.
Pada pembukaan, IHSG menguat 0,82 persen atau 57,92 poin ke level 7.149,59. Namun dalam 15 menit pertama, indeks sempat berbalik arah dan melemah tipis 0,09 persen ke posisi 7.085,63.
Pergerakan awal ini ditopang oleh 323 saham yang menguat, sementara 117 saham melemah dan 518 saham flat. Nilai transaksi tercatat Rp428,2 miliar dengan volume 664,3 juta saham dalam 48.870 kali transaksi. Kapitalisasi pasar naik ke Rp12.579 triliun.
Tekanan pasar diperkirakan masih membayangi. Riset harian Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang disusun oleh Rully Arya Wisnubroto menyebut minimnya katalis positif membuat IHSG rentan terhadap sentimen risk-off, terutama di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing.
Dalam laporan tersebut, asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp686,25 miliar, dengan tekanan terfokus pada saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.
Secara global, sentimen juga belum kondusif. Pelemahan rupiah yang bertahan di kisaran Rp17.000 per dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia hingga USD102,88 per barel dinilai berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan biaya subsidi energi, yang pada akhirnya menahan minat risiko investor.
Dari sisi teknikal, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji menilai pergerakan IHSG cenderung mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Ia memproyeksikan level support berada di kisaran 7.005 dan 6.892, sementara resistance berada di area 7.222 hingga 7.482.
Dengan rentang tersebut, ruang penguatan IHSG dinilai masih terbatas dalam jangka pendek, seiring tekanan eksternal dan arus dana asing yang belum menunjukkan pembalikan arah.
Related News
Banyak Masalah, Menkeu Akan Evaluasi Sistem Coretax
Di Jepang Prabowo Ungkap Keinginan Indonesia Pacu Transformasi Energi
Dari Jepang, Proyek Blok Masela Peroleh Kepastian
Investor Tahan Diri, IHSG Cenderung Koreksi
Perdana, Lovina Beach Ekspor Wiski Libarron ke Singapura
IHSG Orbit Zona Merah, Angkut Saham PTBA, TLKM, ESSA, dan AGII





