Berharap Tarif Nol Persen Sawit, Menko Airlangga ke AS Pekan Depan
:
0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. dok. Kemenko Perekonomian.
EmitenNews.com - Tahun 2026 kurang dari tiga pekan lagi menjelang, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto masih berkeyakinan bisa melobi pemerintah Amerika Serikat soal penurunan tarif dagang. Karena itu, pekan depan ia bakal terbang ke Negeri Paman Sam itu, untuk melanjutkan perundingan negosiasi tarif yang ditarget rampung akhir tahun ini.
Kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (12/12/2025), Airlangga bersama sejumlah tim lain akan ke AS, menindaklanjuti pertemuan virtual dengan perwakilan dagang AS (USTR) Jamieson Greer, Kamis (11/12/2025) malam.
"Tim akan berangkat pekan depan. Saya akan berangkat juga," ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Lawatan Menko Airlangga beserta tim tersebut akan fokus terhadap persetujuan yang sebelumnya telah disepakati dalam leaders declaration pada 22 Juli lalu. Dia memastikan kesepakatan sudah selesai.
Hasil kesepakatan baru nanti, hanya dalam proses drafting dan penandatangan, dengan nama dokumen Agreement on Reciprocal Tariff (ART).
"Pokoknya harapannya kita bisa selesaikan perundingan legal drafting-nya di bulan Desember ini," katanya menegaskan.
Sebelumnya, dalam laporan Financial Times, pejabat AS menganggap RI melanggar kesepakatan untuk menghapus hambatan nontarif pada ekspor industri dan pertanian AS, serta masalah perdagangan digital.
Laporan itu juga menyimpulkan, kedua belah pihak, berselisih mengenai upaya AS untuk memasukkan klausul yang dianggap Indonesia sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan ekonominya.
Kepada pers, Rabu (10/12/2024), Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengungkapkan perundingan dengan Amerika masih berproses. Ia juga memastikan tidak ada permasalahan spesifik dalam negosiasi.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan Budi Santoso juga memastikan, hingga kini proses negosiasi masih berjalan. Ia juga menepis rumor soal situasi gagalnya negosiasi dagang antara AS dan Indonesia.
Related News
Waduh, Rupiah Kok Loyo Lagi, Dampak Rilis MSCI?
Harga Emas di Bawah Bayang-Bayang Arah Kebijakan Fed
Korsel 12 Tahun Beruntun Gagal Tembus Pasar Negara Maju MSCI
Hormuz Anteng, Harga Minyak Turun Dekati Level Sebelum Konflik
Incar SIBS 2026, Pemprov Jabar Siapkan 46 Proyek dan Kawasan Industri
Tidak ada Tempat Bagi BUMN Sakit, Target Presiden Tutup 800 Entitas





