Manufaktur Melonjak, Singapura Revisi PDB Tumbuh 5,9%
:
0
Perekonomian Singapura mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,9 persen secara tahunan pada kuartal kedua tahun 2026.(Ilustrasi foto: Magnific)
EmitenNews.com - Perekonomian Singapura mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,9 persen secara tahunan pada kuartal kedua tahun 2026. Angka ini mengalami revisi ke atas dari perkiraan awal sebesar 5,7 persen, meskipun lajunya melambat dibandingkan ekspansi kuartal pertama tahun 2026 yang mencapai 6,3 persen.
Laju pertumbuhan ekonomi Negeri Singa tersebut terutama mendapat penopang utama dari kinerja sektor industri penghasil barang yang tumbuh 10,5 persen, meningkat dari 7,9 persen pada kuartal sebelumnya. Sektor manufaktur mencatatkan lonjakan signifikan dengan tumbuh hingga 12,5 persen, naik dari 7,3 persen pada kuartal pertama. Sebaliknya, pertumbuhan di sektor konstruksi mengalami penurunan laju menjadi 5,8 persen dari sebelumnya 12,9 persen.
Berdasarkan data yang dirilis Trading Economics, sektor industri penghasil jasa secara keseluruhan tumbuh 4,9 persen, melambat dari capaian 6,3 persen pada kuartal sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sektor perdagangan grosir dan ritel serta transportasi dan penyimpanan yang tumbuh 6,3 persen dari sebelumnya 9,5 persen.
Penurunan laju juga dicatat sektor akomodasi, layanan makanan, real estat, serta layanan administrasi dan dukungan yang tumbuh 2,4 persen dari 3,1 persen. Namun, kelompok informasi dan komunikasi, keuangan dan asuransi, serta jasa profesional justru mengalami percepatan pertumbuhan dari 4,7 persen menjadi 5,1 persen.
Secara basis triwulanan, perekonomian Singapura tumbuh sebesar 1,4 persen pada kuartal kedua tahun 2026. Capaian ini melampaui perkiraan awal sebesar 1,1 persen dan menunjukkan percepatan dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 1,2 persen yang telah direvisi.
Revisi naik pertumbuhan ekonomi Singapura ini memberikan gambaran ketahanan aktivitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Sebagai salah satu mitra dagang utama dan hub keuangan regional, dinamika ekonomi Singapura berpotensi memengaruhi arus perdagangan serta iklim investasi bilateral dengan Indonesia.(*)
Related News
Bank Sentral Tiongkok Borong Emas, Harga Naik ke USD4.400
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Brent Tembus USD87
ICP Juli Susut ke USD81,68, Intip Prospek Emiten Minyak
Bayangkan! IPO Pegadaian, Pupuk Indonesia, dan Pelindo Ramaikan Bursa
Pengajuan Destry Sebagai Calon Gubernur BI Angkat Rupiah 0,18 Persen
Hampir Pasti Destry Damayanti Gubernur BI, Presiden Ajukan ke DPR





