Berkat MBG, KEJU Tebar Dividen Rp89,88 Miliar, 50 Persen Laba 2025
:
0
Pengurus Mulia Boga berbincang asyik usai pelaksanaan RUPS tahunan tahun buku 2025. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mulia Boga Raya (KEJU), salah satu produsen keju terbesar Indonesia dengan merek utama Prochiz mencatat kinerja positif sepanjang 2025 di tengah berbagai gejolak perekonomian baik domestik maupun global.
Oleh sebab itu, perseroan telah memutuskan untuk penggunaan laba bersih tahun buku berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp179,44 miliar ditetapkan sebagai berikut. Dividen Rp89,88 miliar alias 50,09 persen dari laba setara Rp16 per saham.
Apresiasi Dividen
Lalu, sebesar Rp200 juta ditetapkan sebagai cadangan wajib. Selanjutnya, sisanya sekitar Rp89,35 miliar digunakan sebagai cadangan umum yang belum ditentukan penggunaannya. Rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 itu, sesuai hasil RUPS Tahunan pada 21 April 2026.
Dividen akan dibagikan secara tunai kepada seluruh pemegang saham pada 13 Mei 2026. Daftar pemegang saham perseroan berhak atas dividen tersebut adalah pemegang saham terdaftar pada 1 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Dukung Penuh MBG
Secara keseluruhan sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan laba bersih naik 22,1 persen menjadi Rp179,44 miliar dari periode sama akhir 2024 senilai Rp146,88 miliar. Itu Hdidukung kenaikan penjualan bersih 19,1 persen menjadi Rp1,50 miliar dari edisi sama tahun sebelumnya Rp1,26 miliar.
Direktur Utama Indrasena Patmawidjaja mengatakan perseroan masih mencatat kinerja bertumbuh di tengah gejolak perekonomian saat ini. Salah satunya, didorong program unggulan pemerintah yakni Makanan Bergizi Gratis atau MBG.
“Saat ini kami masih menjadi keju nomer 1 di Indonesia, untuk itu kami siap menjadi mitra bagi berbagai pihak untuk meningkatkan penetrasi keju pada Masyarakat Indonesia agar pertumbuhan kinerja tahun ini sentiasa terus berkelanjutan ke depannya,” kata Indrasena di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Jalankan Sejumlah Strategi
Mengenai rencana strategis 2026, perseroan masih akan melakukan beberapa hal. Yaitu memperkuat posisin channel GT dan MT dengan produk-produk kategori snacking. Mempertahankan posisi MBR sebagai keju nomer 1 Indonesia, dan memperkuat partnership di channel Food Service dengan konsep Onegarudafood untuk menjadikan MBR sebagai mitra utama bisnis.
Indrasena menambahkan di pasar Internasional perseroan akan mengebangkan pasar berfokus di Asia Tenggara, dan menjelajahi wilayah baru di luar Kawasan Asia Tenggara. Sisi lain, perseroan juga akan memulai operasi di pabrik baru Sumedang pada Juli 2026 untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi.
Sejalan dengan itu, perseroan melanjutkan standarisasi system, pelaporan, dan analisis sebagai bagian dari Onegarudafood. “Kami akan mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas SDM. Sejalan dengan itu kami akan meningkatkan penetrasi keju Masyarakat Indonesia serta memperkuat Brand Equity untuk meningkatkan pangsa pasar Perseroan,” ujarnya. (*)
Related News
Anak Hermanto Tanoko Borong 3,5 Juta Saham AVIA Senilai Rp1,3 Miliar
Saham WBSA Tetap On-Fire, Siapa Sosok Di Baliknya?
Mahar Sembiring Resign dari APEX Setelah 10 Tahun Menjabat
Right Issue BABY Bidik Dana Segar Rp140 M, Catat Tanggal Pentingnya
Tunggu Restu RUPS, NINE Ingin Caplok Tambang Rp2,5T via Right Issue
Suspensi Usai, BSA Logistics (WBSA) Lanjutkan Reli





