BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat Dari 2,6 Persen ke 2,3 Persen
EmitenNews.com - Banyak pihak memperkirakan pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari prakiraan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh fragmentasi politik dan ekonomi yang belum usai serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju.
Koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang cukup besar dan disertai dengan meningkatnya risiko potensi resesi terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Penghapusan Kebijakan Nol-Covid (Zero Covid Policy) di Tiongkok diprakirakan akan menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Terkait dengan itu Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3% dari prakiraan sebelumnya sebesar 2,6%.
"Tekanan inflasi global terindikasi mulai berkurang sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global, meskipun tetap di level tinggi seiring dengan masih tingginya harga energi dan pangan, berlanjutnya gangguan rantai pasokan, dan masih ketatnya pasar tenaga kerja terutama di AS dan Eropa," ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo, ketika menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19/1).
Sejalan dengan tekanan inflasi yang melandai, pengetatan kebijakan moneter di negara maju mendekati titik puncaknya dengan suku bunga diprakirakan masih akan tetap tinggi di sepanjang 2023.
Ketidakpastian pasar keuangan global juga mulai mereda sehingga berdampak pada meningkatnya aliran modal global ke negara berkembang. Tekanan pelemahan nilai tukar negara berkembang juga berkurang.(fj)
Related News
Siapkan Formulasi, BEI Akan Lanjutkan Diskusi Dengan MSCI
Target SBN Ritel 2026 Hingga Rp170 Triliun, Analis Ini Nilai Realistis
Penerimaan Perpajakan Hingga Triwulan IV 2025 Cuma Capai 89,0 Persen
Harga Emas Antam Loncat Lagi Rp52.000 Per Gram
Kebutuhan Semikonduktor Indonesia Terus Meningkat, ADB Siap Bantu
Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diprediksi Naik Dari 5,2 Jadi 5,4 Persen





