BI - The People’s Bank Of China Perbarui Perjanjian Swap Bilateral dalam Mata Uang Lokal
EmitenNews.com - Bank Indonesia dan The People's Bank of China memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (Bilateral Currency Swap Arrangement - BCSA). Perjanjian antarbank sentral ini, berlaku efektif sejak 21 Januari 2022.
Dalam keterangannya Kamis (27/1/2022), Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono mengatakan, perjanjian BCSA tersebut sebuah langkah maju. Kesepakatan itu memungkinkan dilakukannya pertukaran dalam mata uang lokal masing-masing negara hingga senilai CNY250 miliar atau Rp550 triliun (ekuivalen sekitar USD38,8 miliar).
Perjanjian kerja sama BCSA ini dimaksudkan untuk semakin mendorong perdagangan bilateral dan investasi langsung dalam mata uang lokal masing-masing negara dalam rangka pembangunan ekonomi di kedua negara. Juga untuk menunjukkan komitmen kedua bank sentral untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
Perjanjian kerja sama BCSA Bank Indonesia dan The People's Bank of China pertama kali ditandatangani pada Maret 2009. Sejauh ini telah beberapa kali mengalami amandemen dan perpanjangan masa berlaku.
Ini merefleksikan kuatnya kerja sama bidang keuangan antara Bank Indonesia dan The People's Bank of China. Dengan begitu diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi kedua negara, Indonesia dan China.
Selain dengan Tiongkok, Bank Indonesia juga melakukan kerja sama keuangan dengan bank sentral lain di beberapa negara di kawasan. Jadi, ini bukan masalah baru. ***
Related News
Demutualisasi Bursa, OJK dan BEI Komitmen Jaga Independensi Bursa
Dua Tahun Berjalan, Perdagangan Karbon RI Telah Tembus Rp80,75M
Aksi Korporasi 2025 Himpun Rp491T, Ini Penyumbang Dividen Terbesar
Bos BEI Ungkap Sistem Perdagangan Bursa Terbaru, Rilis Akhir 2026
Closing Bursa 2025: Investor Meledak 20,2 Juta, IHSG 24 Rekor ATH!
OJK Sebut 155 Kasus hingga Denda Pasar Modal 2025 Tembus Rp123,3M





