Biaya Beban Naik, Sreeya Sewu (SIPD) Kemas Rugi di Paruh Pertama 2026
:
0
Potret pabrik PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD). Foto: Sreeya Sewu
EmitenNews.com - Emiten pakan unggas dan produsen makanan olahan ayam, PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) kembali mengemas rugi bersih di medio 2026. Meski membukukan penjualan bersih mencapai Rp2,78 triliun meningkat 10,76% dari tahun lalu Rp2,51 triliun, SIPD masih tertekan oleh sejumlah biaya beban.
Beban pokok penjualan menjadi pemberat laju kinerja, di mana terdapat kenaikan dari semula Rp2,28 triliun pada periode tahun sebelumnya menjadi Rp2,57 triliun di semester I 2026. Hal itu turut membuat laba bruto SIPD mengempis 9,62% dari Rp232,13 miliar menjadi Rp209,79 miliar.
Ditambah terdapat kenaikan dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi yang relatif tidak berubah, membuat SIPD membukukan rugi sebelum pajak kian membengkak. Dari semula mencetak rugi Rp21,47 miliar, menjadi Rp59,68 miliar.
Alhasil, rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp55,12 miliar, makin anjlok 240,67% dari sebelumnya Rp16,18 miliar.
Hal itu juga terlihat dalam laporan cashflow SIPD. Di mana pembayaran kas kepada pemasok membengkak menjadi Rp2,84 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp2,37 triliun. Jumlah di semester I 2026, bahkan melampaui raihan penerimaan kas dari pelanggan yang tercatat sebesar Rp2,83 triliun, kendati terdapat peningkatan dari periode sebelumnya.
Ditambah sejumlah biaya lain, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi membengkak dari hanya Rp4,85 miliar menjadi Rp208,45 miliar.
Di saat yang sama, SIPD juga menekan investasi dari perolehan aset tetap menajdi Rp23,03 miliar dari sebelumnya mencapai Rp93,59 miliar. Meski begitu, karena tak ada penerimaan dari penjualan investasi jangka pendek seperti periode lalu, kas bersih dari aktivitas investasi tercatat defisit Rp17,61 miliar.
Dari sisi pendanaan, SIPD juga terpantau kembali menarik utang bank mencapai Rp1,06 triliun, kendati jumlahnya tak sebesar periode tahun lalu mencapai Rp4,66 triliun. Alhasil, kas bersih dari aktivitas pendanaan berbalik positif menjadi Rp256,12 miliar.
Hingga semester I 2026 berakhir, SIPD membukukan kenaikan bersih kas dan setara kas sebesar Rp30,05 miliar selama enam bulan pertama tahun 2026. Alhasil, saldo kas dan setara kas perseroan per 30 Juni 2026 terjaga di level Rp130,25 miliar.
Adapun jika menilik sisi neraca, SIPD membukukan total aset turun 2,78% yoy dari Rp2,88 triliun menjadi Rp2,80 triliun. Liabilitas turun 1,22% dari Rp1,64 triliun menjadi Rp1,62 triliun dan ekuitas juga turun 4,07% dari Rp1,23 triliun menjadi Rp1,18 triliun.
Related News
Ekspansi Bisnis Logistik, Grahaprima (GTRA) Raih Kredit BCA Rp130,5M
IMBS Perpanjang Tender Sukarela KETR, Harga Tetap Rp523 Per Saham
Saham MDIA Melonjak 274%, VIVA Masih Kantongi 80,73 Persen Kepemilikan
Dua Petinggi Medikaloka Hermina (HEAL) Kompak Tambah Porsi Saham
Tutup Paruh I 2026, Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) Kemas Rugi
Bangkitkan Semen Kujang, SIG Bidik Dominasi Pasar Jabar





