Biaya Produksi Mahal, Japfa Comfeed (JPFA) Derita Rugi Rp249 M di Kuartal I-2023
EmitenNews.com -PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp249,92 miliar di kuartal I 2023. Angka ini berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan mencetak laba sebesar Rp603,73 miliar.
Manajemen perseroan mengungkap sejumlah faktor penyebab kerugian perseroan di tiga bulan pertama tahun ini antara lain, tingginya bahan baku yang menyebabkan biaya produksi perseroan ikut membengkak.
Kemudian, penyesuaian harga jual produk perseroan sangat terbatas, sebagai akibat menurunnya daya beli konsumen karena inflasi yang meningkat.
"Serta kelebihan pasokan ayam umur sehari atau day old chick (DOC) dan ayam broiler yang berkepanjangan," kata Direktur JPFA Leo Handoko Laksono dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/4/2023).
Melansir laporan keuangan, penjualan perseroan juga turun 3,22% menjadi Rp11,76 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,15 triliun. Berdasarkan segmennya, peternakan komersial mendominasi dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,46 triliun.
Selanjutnya, segmen pakan ternak mencatatkan penjualan sebesar Rp3,53 triliun, pendapatan segmen pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen tercatat sebesar Rp1,84 triliun, dan segmen budidaya perairan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,06 triliun.
Kemudian, segmen pembibitan unggas tercatat sebesar Rp526,27 miliar dan perdagangan lainnya tercatat sebesar Rp550,91 miliar. Berdasarkan geografisnya, penjualan lokal tercatat sebesar Rp11,56 triliun dan penjualan ekspor sebesar Rp200,83 miliar.
Sementara itu, beban pokok penjualan JPFA tercatat sebesar Rp10,47 triliun, atau naik dari sebelumnya sebesar Rp10,01 triliun.
Beban penjualan dan pemasaran perseroan juga naik menjadi Rp523,61 miliar, dari sebelumnya Rp447,23 miliar. Lalu, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp827,96 miliar, serta beban lainnya sebesar Rp50,52 miliar.
Related News
BPTR Diguyur Kredit Jumbo Hampir Rp700M, Ini Rencana Penggunaannya
Nol Utang, Marjin Laba 48 Persen: DMAS Pamer Fundamental Super Sehat
Provident Investasi Pastikan Kesiapan Dana Pelunasan Obligasi I 2023
Sukses Dalam Berinovasi Bank Raya Raih Penghargaan di Digital Day 2026
Grup Djarum (BELI) Geber MESOP 1,50 Miliar Saham, Harga Tebus Rp430
Laba 2025 Menciut, Emiten Nikel Ifishdeco (IFSH) Beber Pendapatan Rp1T





