EmitenNews.com - PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) sudah mantap untuk melepas status sebagai perusahaan terbuka sekaligus meminta otoritas pasar modal untuk menghapuskan pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia.

Keputusan go private dan delisting oleh perusahaan menara telekomunikasi tergabung Grup Djarum tersebut bukan tanpa alasan. Manajemen IBST menegaskan bahwa perseroan bersama pemegang saham pengendali yaitu PT Iforte Solusi Infotek telah melakukan evaluasi secara menyeluruh atas strategi bisnis jangka panjang Grup dalam rangka pengelolaan aset dan operasional yang lebih efisien.

Sejalan dengan pelaksanaan strategi bisnis tersebut, Manajemen IBST menyatakan perlu untuk melakukan restrukturisasi dalam Grup, termasuk meninjau ulang status kepemilikan saham oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk (secara langsung maupun tidak langsung) di beberapa anak perusahaan.

"Mempertimbangkan hal-hal tersebut (termasuk perkembangan pemenuhan kewajiban Refloat oleh Iforte, Perseroan memutuskan untuk mengajukan Rencana Go Private dan Delisting, yang disertai dengan proses penawaran tender sukarela/VTO atas saham-saham Perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham Masyarakat," tulis Manajemen IBST dalam materi paparan publik, dikutip Selasa (2/6/2026).

Perseroan menjelaskan bahwa Iforte akan menggelar Penawaran Tender Sukarela atau Voluntary Tender Offer (VTO) sebagai langkah lanjutan dari rencana delisting tersebut. Harga Penawaran telah ditetapkan sebesar Rp5.400 per saham.

Sebagai informasi, perdagangan saham IBST telah disuspensi sejak 21 April 2026 sehubungan dengan rencana go private dan delisting tersebut. Harga terakhir saat masih diperdagangkan adalah sebesar Rp8.475 per saham, jauh lebih tinggi dari harga yang ditawarkan Iforte dalam VTO.

Untuk dicermati pemegang saham investor, berikut tanggal-tanggal penting dari rencana perseroan tersebut:

1. RUPSLB 5 Juni 2026
2. Pengumuman Pernyataan VTO kepada Masyarakat 9 Juni 2026
3. Perkiraan tanggal pernyataan efektif VTO dari OJK*) 29 Juni 2026
4. Perkiraan Masa VTO 1 Juli – 30 Juli 2026
5. Tanggal akhir pembayaran VTO 11 Agustus 2026
6. Perkiraan OJK mencabut efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Efek bersifat ekuitas dan/atau Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik*) 19 Maret 2027
7. Perkiraan BEI membatalkan pencatatan Efek*) 8 April 2027
8. Perkiraan KSEI membatalkan penitipan kolektif*) 8 April 2027

*) tanggal-tanggal penting di atas dibuat untuk informasi awal kepada pemegang saham. Seluruh proses masih bergantung pada persetujuan OJK, BEI, KSEI dan instansi yang berwenang lainnya.