EmitenNews.com - Gajah Tunggal Perkasa (GJTL) semester I 2026 mencatat laba bersih Rp796,36 miliar. Mengalami peningkatan sekitar 76,77 persen dari posisi sama tahun sebbelumnya Rp450,5 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar emiten andalan Lo Kheng Hong tersebut melenting menjadi Rp229 dari periode sebelumnya Rp129.

Penjualan bersih Rp8,99 triliun, surplus 5,51 persen dari episode sama tahun lalu Rp8,52 triliun. Beban pokok penjualan Rp7,09 triliun, mengalami pembengkakan dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,93 triliun. Laba kotor terkumpul Rp1,9 triliun, meningkat dari fase sama 2025 sejumlah Rp1,58 triliun.

Beban penjualan Rp483,36 miliar, bertambah dari Rp478,81 miliar. Beban umum dan administrasi Rp390,11 miliar, bengkak dari Rp376,09 miliar. Beban keuangan Rp194,45 miliar, susut dari Rp241,49 miliar. Keuntungan kurs mata uang asing Rp115,33 miliar, melonjak dari sebelumnya Rp36,85 miliar.

Bagian laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp20,9 miliar, meroket dari minus Rp1,93 miliar. Penghasilan bunga Rp8,41 miliar, susut dari Rp10,61 miliar. Keuntungan lain-lain Rp34,76 miliar, turun dari Rp46,02 miliar. Laba bersih periode berjalan Rp796,36 miliar, melonjak dari Rp450,5 miliar.

Jumlah ekuitas terkumpul Rp11 triliun, meningkat dari akhir tahun sebelumnya Rp10,45 triliun. Total liabilitas terakumulasi senilai Rp12,58 triliun, bertambah dari akhir 2025 sebesar Rp11,21 triliun. Jumlah aset tercatat Rp23,59 triliun, mengalami lompatan dari akhir tahun lalu Rp21,67 triliun. (*)