BIKE Kantongi Proyek PLN Rp3,8 Triliun, Garap EPC PLTMG
:
0
BIKE Kantongi Proyek PLN Rp3,8 Triliun, Garap EPC PLTMG. Foto: BIKE
EmitenNews.com - PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) memperoleh kontrak pekerjaan dengan PLN Indonesia Power senilai Rp3,8 triliun.
Kontrak diperoleh BIKE melalui anak usahanya yaitu PT Karya Bersinar Indonesia (KBI), dan dilaporkan perseroan melalui keterbukaan informasi pada 31 Oktober 2026.
Direktur I BIKE, Muhamad Kuswandi mengatakan dalam kontrak tersebut mencakup pekerjaan Engineering, Procurement and Construction (EPC) Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 2 x 100 Megawatt (MW).
Perolehan kontrak tersebut sekaligus menambah portofolio BIKE di bidang energi.
“Kehadiran pembangkit baru ini diharapkan dapat menambah kapasitas pasokan, meningkatkan fleksibilitas dan keandalan sistem kelistrikan, serta mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Tambahan energi listrik yang andal juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata internasional sekaligus mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah,” tulis Kuswandi dalam keterangan tertulis tertanggal 30 Oktober 2026.
Perseroan juga memperkirakan bahwa kontrak baru dengan PLN dapat menjadi sumber pendapatan usaha tambahan.
Di sisi lain, perolehan kontrak tersebut menjadi rangkaian aksi korporasi BIKE pasca mengumumkan mengubah haluan bisnis secara keseluruhan.
Transformasi BIKE
Hal itu ditandai dengan perubahan nama perseroan usai masuknya pengendali baru yaitu PT Penajam Makmur Jaya (PMJ).
Perubahan nama itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada 2 Juli 2026. Sebanyak 100 persen pemegang saham sepakat dengan pergantian nama tersebut.
Related News
Emiten Bali United (BOLA) Cetak Rugi Meski Pendapatan Naik 19% di Q326
PBV Menarik, Penghuni Tetap MSCI, Laba GGRM Melejit Ratusan Persen
Barito Pacific Raup Pendapatan USD8,69 Miliar per September 2026
Pasar Aset Kripto Tertekan, Kinerja COIN Terdongkrak Segmen Derivatif
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026





