Emiten Bali United (BOLA) Cetak Rugi Meski Pendapatan Naik 19% di Q326
:
0
Potret Training Center Bali United, klub sepak bola asuhan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA). Foto: Bali United
EmitenNews.com - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) membukukan penurunan kinerja keuangan pada kuartal III 2026. Hal itu dilaporkan perseroan melalui keterbukaan informasi pada Sabtu (31/10/2026).
Data laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, BOLA atau emiten yang mengelola klub Bali United berhasil membukukan peningkatan pendapatan.
Per 30 September 2026, BOLA mencatat pendapatan naik 19,33 persen menjadi Rp245,1 miliar dari Rp205,4 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Merujuk catatan 22 dalam laporan keuangan tersebut, BOLA merinci kontribusi pendapatan utama berasal dari hak siar dan live video streaming.
Di antaranya melalui PT Liga Indonesia Baru sebesar Rp81,03 miliar dan PT Liga Utama Indonesia Komersial sebesar Rp36,90 miliar, serta pendapatan komersial dari PT World Innovative Telecommunication senilai Rp23,86 miliar.
Kendati terdapat peningkatan pendapatan, BOLA mengalami peningkatan atas beban operasi jadi Rp299,5 miliar dari Rp218,5 miliar, serta beban lain-lain sebesar Rp51,2 miliar.
Imbasnya, BOLA membukukan rugi sebelum pajak mencapai Rp105,5 miliar, berbalik 234,91 persen dari posisi laba di periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp78,2 miliar.
Kinerja itu juga membuat perseroan mencatat rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp103,7 miliar, berbalik 231,60 persen dari posisi laba di tahun lalu sebesar Rp78,8 miliar.
Hal itu pun turut mempengaruhi harga per saham BOLA, dari laba Rp13,13 per saham menjadi rugi per saham sebesar Rp17,30.
Sementara dari sisi neraca, total aset BOLA tercatat sebesar Rp855,4 miliar, turun dibandingkan posisi per akhir 2025 sebesar Rp898,5 miliar. Total liabilitas naik menjadi Rp152,8 miliar dari Rp90,3 miliar, dan total ekuitas turun jadi Rp702,5 miliar dari Rp808,1 miliar.
Related News
Dua Segmen Usaha CPIN Dongkrak Laba Naik 53,8 Persen, Ini Rinciannya
BIKE Kantongi Proyek PLN Rp3,8 Triliun, Garap EPC PLTMG
PBV Menarik, Penghuni Tetap MSCI, Laba GGRM Melejit Ratusan Persen
Barito Pacific Raup Pendapatan USD8,69 Miliar per September 2026
Pasar Aset Kripto Tertekan, Kinerja COIN Terdongkrak Segmen Derivatif
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD





