EmitenNews.com - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan kinerja keuangan impresif hingga kuartal III 2026.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, emiten unggas ini (CPIN) membukukan penjualan neto sebesar Rp60,20 triliun, tumbuh 18,97 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp50,60 triliun.

Dalam rinciannya di catatan 23, terdapat dua klasifikasi segmen yang dapat dicermati. Pertama dari segmen usaha, rinciannya segmen ayam pedaging masih menjadi motor utama dengan menyumbang Rp26,98 triliun, disusul pakan sebesar Rp20,74 triliun, ayam olahan sebesar Rp8,15 triliun, anak ayam usia sehari Rp3,44 triliun dan lain-lain sebesar Rp892 miliar.

Sementara jika menilik segmen geografis grup perseroan, penjualan di dalam negeri masih mendominasi dengan torehan penjualan mencapai Rp59,94 triliun, dan penjualan luar negeri tercatat sebesar Rp256 miliar.

Meski beban pokok penjualan naik mejadi Rp49,6 triliun dari Rp42,5 triliun, CPIN masih mengemas laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp6,68 triliun, naik dari posisi di periode tahun lalu sebesar Rp4,66 triliun.

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yakni sebesar Rp5,18 triliun naik 53,86 persen dari Rp3,36 triliun. 

Capaian ini membuat laba per saham dasar juga naik menjadi Rp316 per helainya dari Rp205.

Dari sisi neraca, total aset CPIN mencapai Rp53,26 triliun dari Rp45,85 triliun. Total liabilitas sebesar Rp16,88 triliun naik dari Rp11,70 triliun, dan ekuitas tercatat sebesar Rp36,38 triliun naik dari Rp34,15 triliun.