Bisnis Bank Raya Menguat, Didukung Produk Digital Inovatif
:
0
Suasana atraktif di kantor Bank Raya. FOTO - Dok Bank Raya
EmitenNews.com - Bank Raya Indonesia (AGRO), kembali membukukan kinerja keuangan solid pada kuartal II/2026. Itu seiring pertumbuhan bisnis digital makin menguat. Pada kuartal II/2026, Bank Raya berhasil mencatat laba bersih Rp12,01 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang pertumbuhan bisnis kredit digital yang mencerminkan pertumbuhan bisnis pembiayaan tetap terjaga.
Di sisi pendanaan, pertumbuhan bisnis Bank Raya turut ditopang peningkatan Digital Saving mencapai Rp2,47 triliun atau tumbuh 66,4 persen (yoy), peningkatan transaksi di Aplikasi Raya 41,2 persen, dan mencapai 3 juta transaksi. Peningkatan transaksi perbankan itu, mencerminkan makin luasnya pemanfaatan fitur-fitur pengelolaan keuangan di Aplikasi Raya oleh masyarakat.
Peningkatan adopsi produk digital Bank Raya di masyarakat mendorong pertumbuhan digital saving juga meningkat, tercermin pada rasio CASA Bank Raya pada kuartal II/2026 tumbuh menjadi 38,09 persen dari sebelumnya 29,72 persen pada kuartal II/2025. Bank Raya juga terus mencatatkan pertumbuhan kuat pada bisnis kredit digital.
Hingga Kuartal II/2026, penyaluran kredit digital mencapai Rp16,46 triliun dan meningkat 22,6 persen (yoy), dengan outstanding kredit digital mencapai Rp3,17 triliun atau tumbuh 21,2 persen (yoy). Itu mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya sejalan transformasi telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan bagi nasabah.
Salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut berasal dari champion product Bank Raya, yaitu Pinang Dana Talangan yang merupakan solusi pembiayaan digital yang ditujukan bagi Agen BRILink dan Agen Gadai. Hingga Kuartal II/2026, penyaluran Pinang Dana Talangan mencapai Rp14,67 triliun dan tumbuh 29,1 persen (yoy) yang telah disalurkan kepada sekitar 69 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai, sementara outstanding pembiayaan meningkat secara signifikan menjadi Rp1,19 triliun atau tumbuh 48,8 persen (yoy).
Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, "Kinerja pada Kuartal II/2026 mencerminkan konsistensi Bank Raya dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital sejalan dengan komitmen perusahaan dalam bertransformasi digital. Melalui berbagai inovasi layanan dan penguatan ekosistem digital, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan makin mudah, aman, dan relevan bagi masyarakat."
Di tengah pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, Bank Raya juga terus menjaga fundamental keuangan sehat. Hal ini tercermin dari peningkatan rasio NIM sebesar 104bps menjadi 5,95 persen, yang dimana menunjukkan semakin optimalnya pengelolaan aset produktif dan sumber pendanaan. Dari sisi likuiditas, rasio LDR (Loan to Deposit) Bank Raya tercatat 83,31 persen dan LCR (Liquidity Coverage Ratio) 444,63 persen, dan rasio NSFR (Net Stable Funding Ratio) 166,46 persen di atas ketentuan minimum 100 persen, mencerminkan kondisi likuiditas Bank tetap terjaga dengan baik. Sementara itu, permodalan Bank Raya juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) 40,8 persen, jauh di atas ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi Bank Raya untuk terus mengembangkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
Inovasi Digital sebagai Motor Pertumbuhan Berkelanjutan
Sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah, Bank Raya terus mengembangkan fitur-fitur mendorong kebiasaan finansial dan gaya hidup sehat. Salah satu inovasi Bank Raya terbaru adalah Raya Active, fitur pada Aplikasi Raya ini mengintegrasikan aktivitas fisik dengan kebiasaan menabung. Melalui Raya Active, nasabah dapat menetapkan target harian berupa jumlah langkah, jarak tempuh, atau kalori yang terbakar untuk diintegrasikan dengan fitur menabung otomatis. Fitur ini terhubung dengan aplikasi Health Connect pada perangkat Android dan Apple Health di iOS, sehingga aktivitas fisik yang tercatat menjadi acuan dalam menghitung tabungan secara otomatis sesuai target telah ditetapkan.
Dengan mekanisme tersebut, Raya Active membantu nasabah membangun dua kebiasaan positif sekaligus, yaitu disiplin menerapkan gaya hidup sehat dan disiplin menabung. Proses menabung dilakukan secara otomatis setelah target aktivitas harian tercapai, sehingga nasabah dapat menabung secara konsisten tanpa perlu melakukannya secara manual. Selain memberikan pengalaman perbankan yang lebih personal dan interaktif, Raya Active juga mendorong perubahan perilaku finansial melalui pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan berkelanjutan, sehingga setiap pencapaian aktivitas fisik dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan tujuan keuangan nasabah.
Related News
Astra (ASII) Catat Laba Rp17,15T, Aset Naik 1,6 Persen Semester I 2026
RATU Siapkan PMTHMETD 10 Persen, Bidik Ekspansi dan Akuisisi
Bank Ganesha (BGTG) Raup Laba Rp113,7M di Tengah Ketatnya Likuiditas
Ekspansi Panas Bumi Berjalan Mulus, Laba BREN Naik 29 Persen
Saham TUGU Primadona Investor Asing, Intip Katalis Positif Berikut
BMRI Salurkan KUR Rp21,41T, Sasar 162 Ribu UMKM Semester I 2026





