Bisnis Biodiesel H. Isam Melejit, Laba Bersih JARR Melonjak 55,9%
:
0
Bisnis Biodiesel H. Isam Melejit, Laba Bersih JARR Melonjak 55,9%. Foto Jhonlin Agro Raya
EmitenNews.com - Kinerja keuangan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) milik Haji Isam ini menunjukkan lonjakan performa yang amat solid sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun 2026. Emiten pengolahan kelapa sawit dan produsen bahan bakar nabati terintegrasi ini berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih hingga dua digit, didorong oleh efisiensi biaya operasional, peningkatan margin penjualan produk olahan, serta kontribusi segmen bisnis utama yang kian optimal.
Secara keseluruhan, pendapatan bersih perseroan naik 14,21 persen dari Rp3,09 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2025 menjadi Rp3,53 triliun pada periode yang sama tahun 2026. Pada saat yang sama, beban pokok penjualan hanya tumbuh 10,42 persen menjadi Rp2,82 triliun, sehingga laba kotor perusahaan melesat 32,16 persen mencapai Rp710,17 miliar.
Tren efisiensi ini berlanjut ke laba usaha yang naik 32,98 persen menjadi Rp491,39 miliar, hingga akhirnya bermuara pada peningkatan laba bersih tahun berjalan sebesar 55,92 persen dari Rp224,00 miliar menjadi Rp349,27 miliar. Peningkatan laba bersih tersebut sekaligus mengerek laba per saham dasar perseroan dari Rp24,27 menjadi Rp37,84 per lembar saham.
Mesin Pencetak Uang JARR dan Peta Pembeli Utamanya
Pertumbuhan omzet JARR utamanya disokong oleh segmen produk Bahan Bakar Nabati atau Biodiesel (FAME) yang menyumbang pendapatan sebesar Rp2,94 triliun atau setara 83,45 persen dari total penjualan bersih perusahaan.
Penjualan FAME ini tumbuh 14,97 persen dibandingkan periode sembilan bulan pertama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp2,56 triliun. Selain FAME, produk sampingan olahan berupa Crude Glycerine mencatatkan lonjakan kenaikan tertinggi sebesar 64,46 persen menjadi Rp273,00 miliar dari sebelumnya Rp166,00 miliar, dengan porsi kontribusi mencapai 7,74 persen terhadap total omzet.
Produk olahan lainnya juga memberikan kontribusi signifikan, di mana penjualan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) menyumbang Rp183,61 miliar atau 5,21 persen dari total penjualan, meskipun terkoreksi 20,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp231,36 miliar.
Penjualan minyak goreng relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,88 persen menjadi Rp64,71 miliar (kontribusi 1,83 persen), sedangkan penjualan Kernel atau inti sawit melonjak 42,62 persen menjadi Rp62,61 miliar (kontribusi 1,77 persen).
Perseroan juga mencatatkan penjualan produk baru berupa Fatty Matter sebesar Rp20,92 miliar (kontribusi 0,59 persen), sementara penjualan Tandan Buah Segar (TBS) mentah tercatat nihil karena seluruh hasil panen difokuskan untuk diolah sendiri di pabrik internal.
Dari sisi profil pelanggan, PT Pertamina Patra Niaga masih menjadi pembeli terbesar dari pihak ketiga dengan nilai transaksi mencapai Rp1,58 triliun atau menyumbang 44,74 persen dari total omzet perseroan. Pelanggan utama pihak ketiga lainnya meliputi PT AKR Corporindo Tbk sebesar Rp187,08 miliar (5,30 persen) serta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar Rp115,38 miliar (3,27 persen).
Related News
Segmen IT Kerek Laba 46%, Astragraphia (ASGR) Bungkus Profit 2 Digit
Era Cukai Mahal, Kretek Mesin & Produk Bebas Asap Dongkrak Laba HMSP
United Tractors (UNTR) Kena 3 Pukulan Sekaligus!
Bisnis Asli Bukalapak Cuan Gede, Tapi Nyungsep Gara-Gara Porto Sendiri
Bongkar HSC FILM, Taktik Gadai Repo Hingga Morgan Stanley Nyangkut
Cuan Melimpah dari Lahan Industri & BBM, Mana yang Bikin AKRA Kaya?





