BRI-MI Sabet Top 5 Manajer Investasi Tahun Pertama Gabung BRI Group

Wakil Direktur BRI Catur Budi Harto. dok. BRI.
EmitenNews.com - Semakin beragamnya produk investasi yang menawarkan return atraktif membuat Manajer Investasi terus mengoptimalkan kinerjanya, menjaga kepercayaan investor. Salah satunya, komitmen PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) sebagai pelopor industri reksadana di Indonesia. Sejauh ini dana kelolaan reksadana tumbuh 13%, yang membuat BRI-MI sabet Top 5 Manajer Investasi di Tahun Pertama Gabung BRI Group
BRI-MI, yang merupakan perusahaan anak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), berhasil mencatatkan pencapaian dan pertumbuhan impresif di sepanjang tahun 2023.
Tahun pertama perusahaan yang telah berganti nama dari PT Danareksa Investment Management pada 2023 ini, mampu mencatatkan dana kelola (Asset Under Management/AUM) reksadana tumbuh hingga 13%. Dengan demikian, AUM reksadana BRI-MI di penghujung tahun 2023 adalah sebesar Rp30,56 triliun.
Dalam rilis yang diterima Kamis (14/3/2024), Wakil Direktur BRI Catur Budi Harto mengatakan bahwa prestasi tersebut merupakan buah dari konsistensi BRI Group dalam melayani nasabahnya tak terkecuali pemegang saham di segmen ritel. Dia berharap ini menjadi motivasi untuk lebih dapat dipercaya dalam memenuhi kebutuhan investasi masyarakat Indonesia.
“Prestasi ini membuktikan bahwa BRI Manajemen Investasi tetap menjadi manajer investasi bertaraf global meski telah berganti nama. BRI Group terus berkomitmen melayani nasabah tak terkecuali segmen ritel baik internal maupun eksternal BRI dengan mengedepankan pelayanan secara digital,” ucap Catur.
Di sisi lain, Plt. Direktur Utama BRI-MI, Ira Irmalia Sjam mengatakan catatan positif tersebut tak lepas dari kepercayaan stakeholders kepada BRI-MI dan inovasi produk BRI-MI yang disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko nasabah.
“BRI-MI secara konsisten terus bertumbuh di tahun 2023. Hal ini tercermin dari pertumbuhan AUM reksadana sebesar 13% dan menjadikan BRI-MI sebagai Top 5 Manajer Investasi di akhir tahun 2023 dengan pangsa pasar sebesar 6%," ujar Ira Irmalia Sjam.
Ira Irmalia Sjam menyoroti produk reksadana Balanced Regular Income Fund (BRIF) sebagai produk unggulan BRI-MI yang berkontribusi besar pada pertumbuhan AUM di 2023. Hal ini juga ditopang melalui sinergi dengan induk perusahaan yaitu Bank BRI.
"Sinergi dengan BRI menjadi kunci penting dalam meningkatkan AUM reksadana kami, terutama melalui produk BRIF. Hal ini terlihat dari pencapaian AUM di akhir Desember 2023 sebesar Rp2,3 Triliun, atau tumbuh signifikan sebesar 2.124% dibandingkan dengan AUM Desember 2022 yaitu Rp106,2 miliar," ujar Ira Irmalia Sjam.
Reksadana Campuran BRIF, Produk Unggulan BRI-MI
Produk reksadana campuran Balanced Regular Income Fund (BRIF) diluncurkan pertama kali pada 1 Juli 2019 dan memiliki daya tarik tersendiri yaitu melalui strategi memaksimalkan komposisi investasi pada instrumen obligasi.
Produk reksadana Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF) memiliki karakteristik berbeda dengan reksadana campuran pada umumnya yang mengalokasikan dana ke berbagai jenis instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.
BRIF dinilai sangat cocok sebagai instrumen diversifikasi investasi, karena memiliki fitur yang unik yaitu memberikan dividen setiap bulannya. Dengan adanya potensi penurunan suku bunga di tahun 2024, investasi pada reksadana BRIF, yang underlying asset-nya termasuk instrumen surat utang, berpotensi memberikan imbal hasil investasi yang optimal ke depan.
Sepanjang tahun 2023 BRI-MI telah berhasil meraih berbagai penghargaan atas kinerja produk unggulan. Salah satunya yaitu penghargaan produk reksadana BRI MSCI Indonesia ESG Screened Kelas A sebagai The Most Expansive Growth Mutual Funds periode 1 tahun di acara Business Indonesia Financial Award (BIFA) 2023. ***
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG