EmitenNews.com - Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih Rp2,2 triliun. Melesat 17,65 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp1,87 triliun. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar menjadi Rp47,69 dari sebelumnya Rp40,73. 

Pendapatan dari jual beli Rp3,48 triliun, naik tipis dari Rp3,43 triliun. Pendapatan dari bagi hasil Rp2,85 triliun, surplus dari Rp2,38 triliun. Pendapatan dari ijarah Rp53,59 miliar, melesat dari Rp16,98 miliar. Pendapatan dari usaha lainnya Rp636,76 miliar, susut dari Rp895,8 miliar. 

Hak pihak ketiga atas bagi hasil Rp2,05 triliun, susut dari Rp2,31 triliun. Hak bagi hasil milik bank Rp4,97 triliun, melonjak dari Rp4,41 triliun. Jumlah pendapatan usaha lainnya Rp2,1 triliun, meningkat dari Rp1,71 triliun. Itu terdiri dari pendapatan imnbalan jasa perbankan Rp1,52 triliun, melonjak dari Rp1,22 triliun. 

Keuntungan investasi surat berharga Rp381,63 miliar, melonjak dari Rp255,33 miliar. Pendapatan lainnya Rp200,32 miliar, susut dari Rp237,64 miliar. Beban gaji dan tunjangan Rp1,4 triliun, bengkak dari Rp1,22 triliun. Beban umum dan administrasi Rp2,14 triliun, bengkak dari Rp1,75 triliun. Total beban usaha Rp3,57 triliun, naik dari Rp2,99 triliun. 

Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif dan non-produktif Rp601,74 miliar, susut dari Rp645,69 miliar. Laba usaha Rp2,9 triliun, menanjak dari Rp2,48 triliun. Laba sebelum zakat dan beban pajak Rp2,9 triliun, naik dari Rp2,48 triliun. Zakat Rp72,57 miliar, naik dari Rp62,15 miliar. Beban pajak Rp630,33 miliar, bengkak dari Rp545,14 miliar. 

Jumlah ekuitas Rp50,76 triliun, mengalami penyusutan dari akhir tahun sebelumnya Rp51,95 triliun. Total dana syirkah temporer Rp299,84 triliun, melonjak dari Rp299,31 triliun. Jumlah liabilitas Rp109,52 triliun, bengkak dari akhir 2025 senilai Rp104,92 triliun. Total aset Rp460,13 triliun, mengalami lompatan dari akhir tahun lalu Rp456,19 triliun. (*)