BSI (BRIS) Layani 604 Ribu Merchant QRIS, Nilai Transaksi Rp5,7 Trili
:
0
Penggunaan QRIS di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Dok. Bank Syariah Indonesia.
EmitenNews.com - Pemakaian Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meluas. Hingga Agustus 2026, dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) saja, telah melayani lebih dari 604 ribu merchant QRIS yang terdaftar di seluruh Indonesia, tumbuh 17% (YOY). Jumlah merchant aktif tumbuh 106% secara tahunan (YoY), dengan total transaksi mencapai lebih dari 90 juta transaksi dan nilai transaksi Rp5,7 triliun.
BSI turun langsung ke lapangan, misalnya ke Pasar Beringharjo Yogyakarta sosialisasi Produk dan Layanan Solusi Ekosistem Pasar sekaligus Soft Launching BYOND Merchant by BSI.
Gerak lincah itu menjadi bagian dari komitmen BSI untuk mendorong pedagang pasar dan pelaku UMKM semakin adaptif, produktif, dan kompetitif di tengah perubahan perilaku konsumen. Tumbuh bersama Danantara, BSI tidak ingin digitalisasi hanya tumbuh di pusat perbelanjaan modern. Digitalisasi harus hadir sampai ke pasar tradisional-tempat jutaan pelaku UMKM menggerakkan ekonomi masyarakat setiap hari.
Untuk di Yogyakarta, BSI telah melayani lebih dari 23 ribu merchant QRIS. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi pelaku usaha di Yogyakarta untuk memanfaatkan kanal digital dalam memperluas dan meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.
Bisa dibilang inisiatif digitalisasi Beringharjo tersebut sejalan dengan semangat Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia serta pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan transformasi tersebut, BSI terus memperkuat inovasi digital dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui semangat "Melayani Sepenuh Hati", BSI akan terus hadir lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat perannya sebagai Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual bagi masyarakat Yogyakarta dan Indonesia.
Setiap Hari Sekitar 5 Ribu Pedagang Beraktivitas di Pasar Beringharjo
Menarik dicatat, Pasar Beringharjo ibarat ikon dari denyut ekonomi pariwisata Yogyakarta. Setiap hari, sekitar 5.000 pedagang menggerakkan aktivitas perdagangan di pasar yang berlokasi di pusat Yogyakarta. Kini, ketika perilaku konsumen bergerak semakin cepat ke transaksi digital, Beringharjo menyongsong era baru: membawa kekuatan pasar tradisional masuk lebih jauh ke ekosistem ekonomi digital.
"Beringharjo adalah ikon utama Yogyakarta. Jika Beringharjo bergerak, ekosistem ekonomi di sekitarnya ikut bergerak. Karena itu, kami ingin mengajak pedagang Beringharjo terus bertumbuh di era ekonomi digital," ujar SEVP Digital Banking BSI, M. Misbahul Munir.
Perubahan cara masyarakat bertransaksi tidak dapat dihindari. Wisatawan maupun masyarakat lokal kini semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari. Perilaku pembeli terutama cara membayarnya berubah. Pedagangnya juga harus siap berubah.
Related News
RUPSLB Pilih Ade Supandi jadi Komisaris Utama Transcoal Pacific (TCPI)
Putra Pendiri Astra Borong Lagi Saham Saratoga (SRTG)
Pengendali Borong Lagi 4,7 Juta Saham IMPC, Bernilai Rp7,84 Miliar
JARR Lepas Suspensi, VICI & Saham ARA Beruntun Ini Justru Disetop BEI
INET Kemas Pendapatan Rp926,4 Miliar, Melonjak Hampir 2 Ribu Persen
IHSG Sesi I (14/9) Menjunam 1,7% ke 6.429, Seluruh Sektor Babak Belur





