BTN (BBTN) Catat Kredit dan Pembiayaan Tembus Rp352T di Semester I

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu (kedua kanan), Direktur Risk Management (kiri) , Setiyo Wibowo (kiri), Direktur Finance Nofry Rony Poetra (kedua kiri), dan Direktur Distribution and Institutional Funding Jasmin tersenyum sambil menunjuk laporan keuangan pada acara Analyst Meeting 1H24 di Menara BTN, Kamis (25/7). (Foto: Endang Muchtar)
EmitenNews.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan laba bersih sepanjang semester I-2024 Rp1,5 triliun atau tumbuh 1,8 persen secara tahunan (YoY).
Sepanjang semester I 2024 BTN ini telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sekitar Rp 352,06 triliun. Pada periode sama tahun lalu, BTN mencatat kredit senilai Rp 307,66 triliun
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan, penyaluran kredit dan pembiayaan perumahan masih mendominasi total kredit dan pembiayaan bank pada separuh pertama 2024.
Adapun kredit dan pembiayaan perumahan yang disalurkan BTN hingga akhir Juni 2024 mencapai Rp299,24 triliun
Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada semester I-2024 masih menjadi kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp 171,01 triliun atau tumbuh 12,4% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 152,16 triliun.
Sementara, KPR Non Subsidi tumbuh 12% YoY menjadi Rp 101,76 triliun pada semester I-2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 90,83 triliun
“Kami memacu kredit dengan sangat memperhatikan prinsip kehati-hatian. Rasio NPL Gross kami masih terjaga dengan baik di level 3,1%. Hingga akhir tahun ini kami berharap bisa menurunkan rasio NPL di bawah 3%,” kata Nixon usai paparan kinerja Kamis (25/7).
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), seiring ketatnya likuiditas pada industri perbankan, BTN mampu meningkatkan DPK pada semester I-2024 menjadi Rp 365,4 triliun atau naik 16,6% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 313,3 triliun.
Dari jumlah tersebut perolehan dana murah atau CASA mencapai Rp 189,21 triliun naik sekitar 11,16% YoY dibandingkan akhir Juni 2023 sebesar Rp 170,21 triliun.
“Kami optimistis hingga akhir tahun 2024, BTN tetap mampu membukukan kinerja keuangan yang positif,” tandasnya.
Related News

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang

Program JETP Jalan Terus, Sudah Masuk Rp18,15T Untuk 54 Proyek

Usai Semua Saham BUMN Masuk Danantara, Ini Harapan Sang CEO

Jaga Keandalan, Aplikasi Coretax DJP Sempat Alami Waktu Henti

Bermula dari KKV, Kini Gerai OH!SOME Sukses Memancing Pembeli