BTN Gandeng Ancol & Jakpro, Jakarta Disulap Jadi Kota Global
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon L.P. Napitupulu (kedua dari kanan), Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin (kanan), dan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto (kedua dari kiri), menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan strategis yang disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri), di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (19/8).(Foto: Endang Muchtar)
EmitenNews.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam transformasi perkotaan. Melalui kolaborasi dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, BTN menghadirkan dukungan pembiayaan, digitalisasi layanan, serta integrasi sistem keuangan di sejumlah ruang publik strategis.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen BTN dalam mendorong pembangunan Jakarta yang modern dan berdaya saing. Menurutnya, layanan keuangan yang terintegrasi akan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi ekosistem bisnis yang ada di ibu kota.
“Bersama Jakpro dan Ancol, BTN berkontribusi menghadirkan layanan keuangan modern yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, sekaligus pengembangan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Nixon.
Melalui sinergi ini, BTN berharap dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi utama, baik untuk investasi maupun pariwisata, sekaligus mendorong ekosistem keuangan yang lebih efisien dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Related News
Victoria (VICO) Borong 3,67 Persen Saham BIPP, Nilainya Hampir Rp15M
Pengendali Borong 4,29 Persen Saham Victoria (VINS) Senilai Rp14,4M
Emiten RS Grup Astra (HEAL) Siapkan Rp200 Miliar Buyback Saham
Akuisisi Prajogo Diproses, SINI Bidik Pendapatan Batu Bara Rp2,98T
5 Pentolan TOWR Ramai-Ramai Lepas Saham, Nilainya Tembus Rp51,4 Miliar
INPP Pacu Recurring Income Capai 75 Persen dari Pendapatan 2026





